Kejadian tak senonoh kembali memanas di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Seorang warga negara asing diduga memamerkan kemaluannya di Taman Literasi. Aksi ini ramai diperbincangkan setelah korban memposting pengalamannya di media sosial, membuat video itu viral dalam waktu singkat.
Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat seorang petugas keamanan mendatangi pria WNA tersebut. Suara mereka terekam samar-samar. Yang jelas, si pelaku berbicara dalam bahasa asing saat ditegur oleh satpam.
Nah, si pengambil video ini menyebut, ini bukanlah kejadian pertama. Menurutnya, aksi serupa sudah pernah terjadi sebelumnya.
“Ini udah dua kali. Soalnya orang kayak gitu bahaya Pak, dia manggil-manggil tadi, ssttt sssttt gitu, terus ngeluarin burungnya,” ujarnya.
Di video itu, si WNA tampak berusaha memberi penjelasan. Dia memperagakan posisi celananya, seolah ingin menunjukkan sesuatu. Tak lama, dia juga melontarkan kata-kata dalam bahasa Inggris.
“She’s crazy, stupid,” ucap pria asing itu.
Merespon viralnya kejadian ini, pihak kepolisian pun bergerak. Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Suparmin, mengaku langsung turun tangan. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap saksi, alasan pelaku ternyata cukup mengejutkan: dia mengaku kegerahan.
"Keterangan dari saksi sih, saksi menanyakan ke pelakunya alasan mengapa melakukan perbuatan tersebut. Alasannya cuacanya di Indonesia sangat panas dan membuat gatel dari leher sampai bawah gitu," kata Suparmin kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).
Sayangnya, upaya polisi untuk menemui pelaku langsung agak tersendat. Tim sempat mendatangi Taman Literasi, tetapi si terduga pelaku sudah menghilang dari lokasi. Rupanya, petugas keamanan setempat hanya mengusirnya tanpa menahan atau mencatat identitasnya.
"Jadi sama security cuma diusir, nggak diminta nomor teleponnya. Lain kali sudah kita imbau kalau ada begitu telepon dulu ke kita, ke polsek biar kita dateng dari pihak kepolisian," jelas Suparmin.
Masalah lain yang dihadapi adalah minimnya bukti elektronik. Di sekitar Taman Literasi, kata Suparmin, tidak ditemukan kamera pengawas atau CCTV yang bisa melacak aktivitas pelaku. Meski begitu, polisi tetap berusaha.
"Kita sambil cek CCTV kan nggak ada nih. Kita imbau aja, sambil kita cari, sambil mengimbau pihak keamanan dalam nih kalau bisa pasang CCTV. Kalau ada kejadian serupa segera telepon kita, diamanin dulu pelakunya," pungkasnya.
Polisi juga membuka kesempatan bagi korban lain, jika ada, untuk segera melapor. Mereka berharap dengan laporan yang lebih lengkap, kasus ini bisa ditindaklanjuti lebih serius.
Artikel Terkait
Roy Suryo Sindir Rismon Soal SP3: Zombie Itu Sudah Bikin Surat Kematian Palsu
Mentan: Swasembada Pangan Hanya Mungkin dengan Sinergi Pusat-Daerah
Remaja 14 Tahun Tembak Mati 9 Orang di Sekolah Turki, Profil WhatsApp Tampilkan Pelaku Penembakan AS
KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Tulungagung, Dokumen Diduga Alat Pemerasan Disita