Nah, sekarang jelas sudah. Southaven dipilih bukan tanpa alasan. Lokasinya strategis: dekat dengan pembangkit listrik yang baru diakuisisi xAI, dan cuma berjarak sepelemparan batu dari Memphis, Tennessee. Di Memphis itulah xAI menempatkan superkomputernya yang bernama Colossus klaim mereka, salah satu yang terbesar di dunia. Jadi, klaster komputasinya makin solid.
Di sisi lain, ambisi besar butuh biaya besar pula. Data dari Bloomberg menunjukkan, xAI sudah menghabiskan sekitar USD7,8 miliar dalam sembilan bulan pertama 2025 saja. Itu semua tunai. Angka itu menggambarkan betapa industri AI ini sangat haus modal, terutama untuk membeli perangkat keras pusat data yang teknologinya mutakhir dan harganya selangit.
Dengan langkah ini, xAI jelas sedang menancapkan kakinya lebih dalam. Mereka tak mau cuma jadi penonton. Investasi raksasa di Southaven ini adalah pernyataan: mereka serius ingin bersaing di papan atas industri AI global dan menyiapkan infrastruktur untuk model-model generasi berikutnya.
Perlombaan komputasi AI memasuki babak baru. Dan Elon Musk, seperti biasa, berlari dengan kecepatan penuh.
Artikel Terkait
Pengguna Tri Dapat Tukar Poin Jadi Voucher Diskon Hotel Mister Aladin
PNM Dukung Perempuan Solo Bangun Usaha dari Nol hingga Pimpin Bank Sampah
Perundingan AS-Iran di Islamabad Gagal, Persoalan Nuklir Tetap Jadi Batu Sandungan
Aplikasi Access by KAI Kuasai 76% Transaksi Tiket di Kuartal I 2026