Gempa bumi berkekuatan besar kembali mengguncang wilayah Indonesia. Kali ini, getaran dengan magnitudo 7,1 terasa di sekitar Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam (10/1/2026) sekitar pukul 21.58 WIB. Guncangannya cukup kuat, membuat warga yang merasakannya langsung keluar rumah.
Namun begitu, ada kabar baik yang langsung disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lewat akun media sosial resminya, lembaga itu dengan tegas menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
"Tidak berpotensi tsunami,"
Demikian bunyi singkat pernyataan dari akun X @infoBMKG, yang segera meredakan kecemasan banyak orang.
Menurut analisis lebih detail, pusat gempa atau episenternya terletak di laut, tepatnya sekitar 52 kilometer arah tenggara dari Melonguane. Koordinatnya 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur. Yang patut dicatat, gempa ini tergolong dangkal, karena pusatnya hanya berada di kedalaman 17 kilometer di bawah permukaan laut.
"Pusat gempa berada di laut 52 km tenggara Melonguane,"
tambah BMKG dalam keterangannya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa alam ini. Situasi di lapangan masih terus dipantau. Meski ancaman tsunami sudah dikesampingkan, imbauan tetap disuarakan. Masyarakat diminta untuk tidak panik, tetapi tetap siaga.
"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,"
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Gempa dengan kekuatan sebesar itu sangat mungkin diikuti oleh gempa-gempa susulan, meski kekuatannya umumnya lebih kecil. Kesiapsiagaan adalah kunci utama menghadapi fenomena alam yang sulit diprediksi ini.
Artikel Terkait
AS Cabut Keringanan Sanksi Minyak untuk Iran dan Rusia
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Sebut Ketahanan Fiskal RI Kuat
Indonesia Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Andalkan Cadangan Fiskal Rp420 Triliun
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penipuan Online Lintas Negara, Rugikan Korban Puluhan Miliar