Di sisi lain, temuan Indef pada 2022 juga tak kalah menarik. Sebanyak 74 persen nasabah mengalami peningkatan pendapatan. Angka-angka ini seolah mengonfirmasi bahwa kombinasi antara akses pembiayaan dan pendampingan yang intensif memang punya dampak riil. Bukan cuma angka di kertas, tapi langsung terasa di dompet dan kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci utama.
"Semangat ibu-ibu ini luar biasa. Mereka ingin sekali berkembang. Kendalanya cuma satu: akses dan pendampingan. Nah, melalui program pengembangan kapasitas, kami hadir untuk mendampingi mereka naik kelas. Tujuannya jelas, usaha berkembang dan ekonomi keluarga jadi lebih tangguh," jelas Dodot.
Jadi, upaya pengentasan kemiskinan memang belum usai. Namun, langkah-langkah seperti ini, yang fokus pada pemberdayaan dan pendampingan di tingkat akar rumput, setidaknya memberikan secercah harapan. Perjalanan masih panjang, tapi dengan pendekatan yang tepat, dampaknya bisa benar-benar mengubah hidup banyak keluarga.
Artikel Terkait
Bapanas Pastikan Program Stabilisasi Harga Beras Lanjut hingga 2026
Kemensos Salurkan Santunan ke 147 Ahli Waris Korban Bencana Sumatra
Hakim Ad Hoc Mogok Sidang, Ruang Pengadilan Sepi Mulai Besok
Aurelie Moeremans Bongkar Luka Grooming di Masa Remaja Lewat Broken Strings