Angka kemiskinan di Indonesia memang menunjukkan tren yang menggembirakan. Data terbaru Maret 2025 mencatat tingkat kemiskinan turun ke 8,47 persen, atau sekitar 23,85 juta jiwa. Artinya, ada 1,37 juta orang yang berhasil keluar dari garis kemiskinan dibanding setahun sebelumnya. Kabar baik, bukan?
Tapi, jangan buru-buru berpuas diri. Di lapangan, ceritanya seringkali tak sesederhana angka-angka statistik itu. Banyak keluarga, terutama yang digerakkan oleh para ibu, masih berjuang mati-matian. Mereka terhambat oleh akses modal yang seret, pemahaman keuangan yang minim, dan jaringan usaha yang terbatas. Inilah tembok yang kerap menghalangi mereka untuk benar-benar bangkit.
Di sinilah program seperti Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencoba masuk. Program yang fokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera ini klaim telah menjangkau 22,7 juta ibu, tersebar di ribuan kecamatan. Yang menarik, bantuannya bukan cuma soal uang pinjaman ultra mikro. Mereka juga memberikan pendampingan berkelanjutan, mulai dari cara mengelola usaha, mengatur keuangan keluarga, hingga memanfaatkan teknologi digital. Intinya, mereka ingin nasabahnya mandiri, bukan sekadar berhutang.
Menurut sejumlah riset, pendekatan ini ternyata membuahkan hasil. Riset dari BRI Research Institute tahun lalu menyebut, sekitar 90 persen nasabah PNM merasa lebih mandiri secara finansial setelah ikut program.
Artikel Terkait
Bapanas Pastikan Program Stabilisasi Harga Beras Lanjut hingga 2026
Kemensos Salurkan Santunan ke 147 Ahli Waris Korban Bencana Sumatra
Hakim Ad Hoc Mogok Sidang, Ruang Pengadilan Sepi Mulai Besok
Aurelie Moeremans Bongkar Luka Grooming di Masa Remaja Lewat Broken Strings