Provinsi Aceh mencatat lonjakan jumlah pengunjung sepanjang 2025. Data dari Januari hingga November saja sudah menunjukkan angka yang cukup fantastis: lebih dari 18 juta wisatawan telah datang. Ini jelas sebuah kabar gembira bagi sektor pariwisata di sana.
Kalau dirinci, wisatawan domestik atau nusantara menyumbang 18,3 juta lebih perjalanan. Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat sekitar 41 ribu kunjungan. Menariknya, puncak keramaian terjadi di bulan April lalu, tepatnya saat momen libur panjang, dengan total hampir 2,5 juta perjalanan.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswandi, angka ini menunjukkan tren yang positif.
"Angka kunjungan ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang 12,9 juta kunjungan," ujarnya.
Dia menambahkan, capaian ini membuktikan bahwa daya tarik Aceh, terutama bagi wisatawan dalam negeri, masih sangat kuat.
"Pergerakan wisatawan di Aceh masih didominasi wisatawan nusantara. Ini menunjukkan Aceh tetap menjadi tujuan perjalanan favorit, baik untuk wisata alam, religi, maupun budaya," kata Dedy.
Namun begitu, kabar baik ini sedikit tercemari oleh kondisi terkini. Aceh sedang berduka dan berjuang menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah. Dampaknya, sektor pariwisata pun ikut merasakan efeknya.
Dampak Banjir Terhadap Pariwisata
Banjir di akhir November 2025 itu memang meninggalkan jejak kerusakan. Sejumlah destinasi wisata di kawasan tengah Aceh terdampak dan tak bisa dikunjungi untuk sementara. Dinas Pariwisata tentu berharap situasi ini cepat membaik.
"Kami berharap kondisi ini segera pulih. Pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan penanganan dan pemulihan, agar destinasi wisata bisa kembali dikunjungi dengan aman," jelas Dedy.
Di balik musibah, optimisme tetap dipegang. Pihak Disbudpar yakin pariwisata Aceh akan bangkit lagi. Strateginya adalah dengan gencar mempromosikan destinasi dan menggelar event budaya di berbagai daerah.
"Kami meyakini dengan dukungan semua pihak dan masyarakat, sektor pariwisata Aceh dapat kembali tumbuh dan bergerak positif," pungkasnya penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Berkas Perkara Ijazah Palsu Lima Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI
Iran Buka Akses Penuh Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata Lebanon Berlangsung
Kedatangan Patrick Kluivert ke Jakarta Banjir Sambutan, Latihan Barcelona Legends Terganggu
Kemenkes Luncurkan Sistem Pelabelan Nutri-Level untuk Kendalikan Gula, Garam, dan Lemak