Mulai awal tahun 2026, pengguna jalan di sekitar Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar perlu bersiap. PT MRT Jakarta (Perseroda) baru saja mengumumkan bakal ada rekayasa lalu lintas di ketiga titik itu. Periode penyesuaian arus kendaraan ini cukup panjang, yakni dari 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.
Semua ini dilakukan demi mendukung proyek konstruksi. Menurut keterangan perusahaan, pekerjaan ini adalah bagian dari paket kontrak CP 202 untuk MRT Jakarta fase 2A. Intinya, proyek ini mencakup pembangunan tiga stasiun bawah tanah Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar plus konstruksi terowongan yang menghubungkannya.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menjelaskan lebih detail lewat keterangan tertulis yang dirilis Rabu (7/1/2026).
"Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP202 merupakan salah satu segmen pekerjaan konstruksi MRT Jakarta yang mencakup pembangunan stasiun bawah tanah Harmoni, Sawah Besar dan Mangga Besar, serta konstruksi terowongan mulai dari Harmoni hingga Mangga Besar," ujarnya.
Lalu, seperti apa perubahan arusnya? Mari kita bahas satu per satu.
Pertama, Stasiun Harmoni. Dari Januari hingga akhir April 2026, pekerjaan penggalian dan pembangunan kanal underpass bakal berlangsung. Dampaknya, lajur di Jalan Hayam Wuruk akan bergeser sedikit ke sisi jalan. Tapi tenang, jalur menuju Monas masih dipertahankan tiga lajur, kok. Pergeseran ini berlaku di sepanjang Gedung BPKP sampai Gedung Sandjaja.
Kemudian, Stasiun Sawah Besar. Situasinya agak kompleks karena ada beberapa fase. Di bulan Januari-Februari 2026, arus lalu lintas di Hayam Wuruk arah Kota akan dibelokkan ke sisi kanal, mulai dari Alfamart sampai Clover Bakery, sebelum kembali ke tengah.
Masuk Maret, tepatnya tanggal 1 hingga 17, ada penyesuaian lagi. Arus ke Monas akan dialihkan ke tengah jalan dekat Clover Bakery, lalu kembali ke sisi gedung. Sementara itu, lalu lintas di Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal, tepatnya di depan gedung CIMB Niaga.
Nah, fase terakhir di Sawah Besar berlangsung Juli-Agustus 2026. Pada periode ini, arus di Hayam Wuruk baik ke Monas maupun Kota dikembalikan ke sisi tengah jalan. Sedangkan arus di Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi tengah di depan gedung yang sama, CIMB Niaga.
Terakhir, Stasiun Mangga Besar. Fase pertama berlangsung bersamaan dengan Harmoni, yaitu Januari-April. Selama itu, satu lajur Hayam Wuruk arah Monas akan dipindah ke sisi kanal, dan kembali ke sisi gedung setelah melewati Gedung BRI.
Memasuki Mei hingga Agustus 2026, pengalihan lajur yang sama akan diteruskan, namun titik kembalinya ke sisi bangunan agak berubah, yaitu setelah ruko Olimo.
Intinya, selama delapan bulan ke depan di tahun 2026, kawasan tersebut akan jadi sedikit lebih ramai dengan aktivitas konstruksi. Warga dan pengendara yang biasa melintas disarankan untuk mencari informasi terkini dan merencanakan perjalanan dengan lebih hati-hati.
Artikel Terkait
Polisi Amankan 11 Motor Geng yang Buka Paksa Portal JLNT Casablanca
Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel di Bulan Ramadan
Polisi Tangkap Dua dari Empat Pelaku Curanmor Bersenjata Viral di Grogol
Pemerintah Siapkan 7.000 Masjid Jadi Pos Istirahat 24 Jam untuk Pemudik