Di sisi lain, upaya diplomasi terus berjalan. Perdana Menteri Narendra Modi dikabarkan sudah menelepon Trump setidaknya tiga kali sejak tarif itu diberlakukan. Sayangnya, percakapan itu belum juga membuahkan kesepakatan yang konkret. Jalur dialog rasanya masih mentok.
Sementara di lapangan, pertemuan teknis juga sudah dilakukan. Bulan lalu, Sekretaris Perdagangan India Rajesh Agrawal dilaporkan bertemu dengan Wakil Perwakilan Dagang AS, Rick Switzer, di New Delhi. Mereka membahas hubungan perdagangan dan ekonomi bilateral. Namun, hasil pertemuan itu belum terlihat jelas dampaknya.
Jadi, situasinya masih seperti ini: ancaman menggantung, pembicaraan berjalan alot, dan India sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mengubah kebijakan energinya. Menunggu langkah berikutnya dari kedua pihak.
Artikel Terkait
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China