Nah, dua provinsi itu bukan wilayah sembarangan. Luasnya gabungan hampir setengah dari total wilayah Yaman, dan yang lebih krusial, mereka berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Situasi ini jelas bikin Riyadh waspada.
Ada tuduhan serius di balik layar. Arab Saudi menuding Uni Emirat Arab (UEA) berada di belakang aksi militer STC di sepanjang perbatasan selatannya. Mereka dituding mendorong operasi tersebut. Tapi, Abu Dhabi dengan tegas membantah. Mereka menyangkal semua tuduhan itu.
Dari kubu STC sendiri, alasannya lain. Mereka merasa wilayah selatan selalu dipinggirkan, baik secara politik maupun ekonomi, oleh pemerintah Yaman yang berkuasa berturut-turut. Karena itu, mereka menyerukan pemisahan diri.
Pihak otoritas Yaman tentu saja menolak klaim itu. Mereka bersikukuh dan menegaskan kembali komitmen terhadap persatuan negara. Jadi, di tengah tarik-ulur kepentingan regional ini, ajakan dialog dari Saudi mungkin jadi secercah harapan. Tapi jalan menuju meja perundingan masih terjal dan penuh kecurigaan.
Artikel Terkait
Pramono Anung Siap Resmikan Taman Bendera Pusaka dengan Jogging Track 1,2 Km
Prabowo Desak Kabinet Percepat Pembangunan Kampung Nelayan
Prasetyo Buka Peluang Anak Jalanan dan Disabilitas Masuk Program Makan Gratis
Prasetyo Hadi Bocorkan Anggaran Fantastis untuk Tanggap Bencana 2026