Prabowo Tersentuh, Indonesia Paling Bahagia di Dunia Meski Hidup Sederhana

- Senin, 05 Januari 2026 | 23:50 WIB
Prabowo Tersentuh, Indonesia Paling Bahagia di Dunia Meski Hidup Sederhana

Di tengah kerumunan Perayaan Natal Nasional 2025 di Senayan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perasaannya yang terdalam. Ia mengaku terharu, bahkan tersentuh, mendengar kabar bahwa Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia. Kabar itu berasal dari sebuah riset global, Global Flourishing Study, yang digarap bersama oleh Harvard, Baylor University, dan Gallup.

“Ini mengharukan bagi saya,” ujarnya, dengan nada suara yang terdengar bergetar.

Menurut survei itu, yang mencakup hampir 200 negara, masyarakat Indonesia lah yang paling banyak menyatakan diri merasa bahagia. Posisinya nomor satu di dunia. Fakta inilah yang menyentuh hati Prabowo.

Namun begitu, rasa haru itu datang justru karena ia menyadari sebuah kontras yang tajam. Di satu sisi ada gelar "paling bahagia", tapi di sisi lain, Prabowo paham betul bahwa kehidupan sebagian besar rakyatnya masih sangat sederhana. Bahkan, ia tak menutup mata, banyak yang belum sejahtera.

“Tetapi kalau ditanya, mereka masih mengatakan bahwa mereka bahagia,” katanya.

Hal itu, diakuinya, mungkin membingungkan bagi bangsa lain. Bagaimana bisa orang yang hidup dalam keterbatasan justru merasa paling bahagia? Tapi baginya, itulah kekuatan dan keunikan bangsa Indonesia. Semangat inilah yang kemudian memacu tekadnya.

Prabowo pun berjanji akan bekerja keras. Ia menyebut sudah satu tahun memegang amanah, dan ia bersama para pembantunya yang ia sebut sebagai putra-putri terbaik bangsa akan berupaya maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Karena itu saya bersama pembantu-pembantu saya bekerja sangat keras,” tegasnya di hadapan hadirin.

Acara di Lapangan Tennis Indoor Senayan itu pun berlanjut, meninggalkan kesan mendalam tentang sebuah kebahagiaan yang sederhana, namun penuh makna, dan menjadi komitmen untuk masa depan yang lebih baik.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar