Dari kompleks istana di Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan yang jelas kepada kabinetnya: percepat kerja. Arahan itu disampaikan dalam sebuah rapat, dengan fokus utama pada program-program yang langsung menyentuh kehidupan rakyat. Khususnya, Presiden mendorong pembangunan kampung nelayan dan produksi kapal penangkap ikan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang hadir dalam pertemuan itu, membenarkan hal tersebut.
“Beliau meminta percepatan dalam rangka pembangunan kampung-kampung nelayan dan program pembuatan kapal-kapal tangkap ikan,” ujar Prasetyo, Selasa lalu.
Menurut Prasetyo, ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Program kampung nelayan dirancang sebagai gerakan padat karya yang punya tujuan strategis: memperkuat ketahanan protein nasional. Dengan kata lain, hasilnya diharapkan bisa membanjiri pasar dengan protein dari laut, sehingga lebih terjangkau bagi semua orang.
“Program ini akan meningkatkan produksi protein kita dari sektor perikanan,” katanya menegaskan.
Nada urgensi dari Presiden ternyata tidak hanya untuk satu sektor. Prabowo juga meminta seluruh menteri koordinator dan menteri teknis untuk menggeber program padat karya lainnya. Tujuannya jelas, menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya dan secepat mungkin.
“Bapak Presiden memang benar-benar menghendaki kita semua bekerja dengan jauh lebih cepat lagi,” tambah Prasetyo, menggarisbawahi tekanan dari pimpinan tertinggi.
Lalu, sejauh mana progresnya? Target pemerintah cukup ambisius: membangun 65 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang harus tuntas paling lambat akhir Januari 2026. Kabar baiknya, hingga awal tahun ini, progres pembangunannya sudah menembus angka 72 persen. Padahal, proyek ini sempat dihambat cuaca ekstrem di beberapa lokasi.
Pada intinya, proyek KNMP ini lebih dari sekadar membangun rumah. Ini adalah upaya untuk memodernisasi kehidupan nelayan sekaligus menguatkan seluruh rantai ekonomi kelautan dari hulu ke hilir. Jika berjalan sesuai harapan, dampaknya bisa terasa langsung di piring makan masyarakat dan di kantong para pelaku usaha.
Artikel Terkait
Menkeu: Aturan DHE SDA Perkuat Likuiditas Bank Himbara, tapi Harga Saham Belum Bergerak
Harga Pangan Senin: Cabai Merah dan Daging Ayam Ras Melonjak Tajam, Cabai Rawit Hijau Justru Anjlok
Investasi Global AI Tembus Rp10.300 Triliun pada 2025, Melonjak 129,9 Persen
Presiden Prabowo Hadiri Upacara Persemayaman Ryamizard Ryacudu di Kemhan