Rusia angkat bicara soal pergantian kekuasaan di Venezuela. Mereka menyambut baik pengangkatan Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara. Bagi Moskow, langkah ini penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas, terutama pasca penangkapan dramatis terhadap Nicolas Maduro.
Menurut laporan Reuters, Selasa lalu, pemerintah Rusia tak ragu menyebut Venezuela sedang menghadapi ancaman. Ancaman apa? Mereka menyebutnya sebagai agresi bersenjata asing dan praktik neokolonial yang terang-terangan. Meski tak menyebut Amerika Serikat secara gamblang, maksudnya cukup jelas.
Kementerian Luar Negeri Rusia pun buka suara.
"Kami dengan tegas menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang merusak," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Di sisi lain, solidaritas Moskow kepada Caracas ditegaskan kembali. Mereka berjanji akan terus memberikan dukungan yang diperlukan. "Kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh otoritas resmi negara ini untuk melindungi kedaulatan negara dan kepentingan nasional," lanjut pernyataan itu. "Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang tak tergoyahkan."
Latar belakangnya memang panas. Aksi pasukan khusus AS yang menyergap dan menangkap Maduro pada Sabtu dini hari, 3 Januari, jelas memicu gejolak. Maduro sendiri membantah semua tuduhan narkotika dan bersikukuh bahwa dialah pemimpin sah Venezuela.
Ini bukan kali pertama sekutu dekat Rusia jatuh. Kurang dari setahun sebelumnya, tepatnya Desember 2024, Presiden Suriah Bashar al-Assad juga digulingkan. Maduro seolah menjadi sekutu kedua yang tumbang dalam waktu berdekatan.
Yang menarik, Presiden Vladimir Putin masih memilih diam. Padahal, ia dikenal dekat dengan Maduro. Sejak Donald Trump kembali ke Gedung Putih setahun lalu, Putin memang berhati-hati, menghindari kritik terbuka. Ambisinya? Memperbaiki hubungan dengan Washington dan menghidupkan lagi kerja sama ekonomi. Mungkin itu sebabnya, hingga kini, ia belum juga berkomentar soal aksi Trump menggulingkan Maduro.
Artikel Terkait
Daging Kurban Alot? Jangan Langsung Marinasi, Simpan Dulu 24 Jam di Kulkas
Ribuan Jemaah Salat Idul Adha di Al-Aqsa di Tengah Ketegangan dan Pelanggaran Gencatan Senjata
Istri Kunjungi Yaqut Cholil Qoumas di Rutan KPK saat Idul Adha, Bawa Tempe Goreng karena Suami Idap GERD
Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tamiang Resmi Beroperasi, Putus Isolasi Dua Desa Hanya dalam 5 Menit