Udara di Stasiun Yogyakarta masih terasa ramai, Kamis lalu (1/1/2025). Di tengah keriuhan itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tampak menyusuri peron dan ruang tunggu. Kunjungannya bukan sekadar seremonial. Ia datang untuk memastikan kesiapan arus balik penumpang Natal dan Tahun Baru, yang puncaknya masih berlangsung.
Data dari PT KAI Daop 6 Yogyakarta memang menunjukkan tren naik. Hingga tanggal 1 Januari 2026, tercatat ada 931.806 penumpang yang telah dilayani. Angka itu melonjak sekitar 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya 844.959 penumpang.
“Kita cukup berbahagia karena ada peningkatan traffic dan penumpang di Yogyakarta,” ujar Dudy.
Namun begitu, rasa puas itu tak boleh berlebihan. Di sisi lain, ia justru menekankan bahwa lonjakan angka harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan. “Saya ingin juga melihat harus ada peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya pada saat arus balik Nataru ini,” tambahnya.
Lalu, seperti apa peningkatan yang dimaksud? Menhub menyebut beberapa hal konkret. Misalnya, penambahan fasilitas seperti AC di ruang tunggu agar penumpang tak kepanasan. Lalu, kehadiran petugas keamanan juga perlu ditingkatkan, terutama untuk mengawasi anak-anak di area yang ramai seperti stasiun.
“Jangan sampai nanti terjadi segala sesuatu yang kita tidak hendaki,” tegasnya. “Meningkatnya layanan tidak hanya membuat para penumpang nyaman, tapi para penumpang juga merasa aman ada di area stasiun ini.”
Perhatiannya tak berhenti di situ. Cuaca dan kondisi lintasan kereta api juga jadi perhatian serius, mengingat musim penghujan masih berlangsung. Dan yang tak kalah penting, ia mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah. Sebab, setelah arus balik Nataru usai, tantangan berikutnya sudah menunggu: persiapan angkutan Lebaran.
“Jangan sekali-sekali lengah, karena pekerjaan kita tidak hanya Nataru,” pesan Dudy. “Sebentar lagi kita akan masuk bulan puasa. Kita hanya punya waktu barangkali satu bulan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Jadi mohon semuanya dipersiapkan dengan baik.”
Peringatan itu sekaligus menutup kunjungan kerjanya hari itu. Sebuah isyarat bahwa di sektor transportasi, terutama kereta api, waktu untuk berleha-leha memang tak pernah ada.
Artikel Terkait
MUI Ajak Umat Hormati Perbedaan Penetapan Awal Ramadan 2026
Pemerintah Rencanakan Penggabungan Bapanas ke dalam Bulog dalam Revisi UU Pangan
Pemprov DKI Tutup Sementara Hiburan Malam di Awal Ramadan 2026
Kebakaran di Mal Ciputra Cibubur Diduga Dipicu Pekerjaan Las, Tak Ada Korban Jiwa