“Jangan sampai nanti terjadi segala sesuatu yang kita tidak hendaki,” tegasnya. “Meningkatnya layanan tidak hanya membuat para penumpang nyaman, tapi para penumpang juga merasa aman ada di area stasiun ini.”
Perhatiannya tak berhenti di situ. Cuaca dan kondisi lintasan kereta api juga jadi perhatian serius, mengingat musim penghujan masih berlangsung. Dan yang tak kalah penting, ia mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah. Sebab, setelah arus balik Nataru usai, tantangan berikutnya sudah menunggu: persiapan angkutan Lebaran.
“Jangan sekali-sekali lengah, karena pekerjaan kita tidak hanya Nataru,” pesan Dudy. “Sebentar lagi kita akan masuk bulan puasa. Kita hanya punya waktu barangkali satu bulan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Jadi mohon semuanya dipersiapkan dengan baik.”
Peringatan itu sekaligus menutup kunjungan kerjanya hari itu. Sebuah isyarat bahwa di sektor transportasi, terutama kereta api, waktu untuk berleha-leha memang tak pernah ada.
Artikel Terkait
Herdman Buka Pintu, Tiga Naturalisasi Era Shin Tae-yong Siap Dihidupkan Kembali
Banjir dan Longsor Landa Lima Wilayah di Awal 2026
Bali Pecahkan Rekor: 7 Juta Wisatawan Asing Membanjiri Pulau Dewata di 2025
Pelni Dapat Mandat dan Subsidi Rp2,97 Triliun untuk Layani Daerah 3T