Soal siapa penggantinya, Trump masih bermain misteri. Dia enggan menyebut nama. Tapi di kalangan pengamat, beberapa figur sudah mencuat. Kevin Hassett, yang menjabat sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional, dianggap sebagai calon terdepan.
Namun, daftarnya tentu tidak pendek. Beberapa nama lain yang juga disebut-sebut adalah mantan gubernur The Fed Kevin Warsh, lalu Gubernur The Fed yang masih aktif Christopher Waller dan Michelle Bowman. Ada juga nama Rick Rieder dari raksasa investasi BlackRock.
Kritik Trump terhadap Powell bukanlah hal baru. Sudah lama dia bersuara. Intinya, dia ingin bank sentral lebih agresif dalam memangkas suku bunga. Alasannya jelas: Gedung Putih ingin biaya pinjaman, terutama hipotek, bisa lebih terjangkau.
Di sisi lain, The Fed sebenarnya sudah mulai bergerak. Mereka telah memotong suku bunga dalam tiga pertemuan terakhir. Tapi di pertemuan Desember, para pejabatnya memberi sinyal lain. Mereka kemungkinan hanya akan melakukan satu kali pemotongan saja sepanjang 2026. Tampaknya, jalan Trump dan The Fed belum searah.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Pasokan LPG Aman Meski Selat Hormuz Tegang
Pemerintah Siapkan Implementasi B50 Mulai Juli 2026, Proyeksi Hemat Subsidi Rp48 Triliun
Groundbreaking Pabrik Melamin Pertama Indonesia Senilai Rp10,2 Triliun Digelar Pekan Depan di Gresik
Menko Airlangga: Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5%, Penerimaan Pajak Naik 14,3%