Di sisi lain, BNPB ternyata juga sudah bergerak lebih dulu. Lembaga penanggulangan bencana itu tengah membangun 4.500 hunian sementara. Lokasinya tersebar di tiga provinsi yang paling parah terdampak.
Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, Kementerian PUPR tak ketinggalan. Mereka fokus pada hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak berat atau bahkan hilang sama sekali. Caranya bertahap, memanfaatkan lahan-lahan milik pemerintah dan BUMN yang tersedia.
"2.500 unit pertama sudah dibangun minggu lalu di lahan pemerintah, dan 2.500 unit kedua akan mulai dibangun awal minggu depan," jelas Teddy.
Jadi, ada beberapa lapis bantuan yang berjalan beriringan. Dari hunian darurat, semi permanen, hingga rumah tetap. Semuanya digarap agar korban bencana segera punya atap lagi. Percepatan pembangunan ini jadi prioritas, mengingat besarnya jumlah pengungsi yang masih tersebar.
Artikel Terkait
Foxconn Catat Lonjakan Pendapatan 30% Didorong AI, tapi Waspadai Ancaman Geopolitik
Razia Truk 2026: 26 Persen Kendaraan Barang Masih Langgar Aturan, Target Zero ODOL 2027 Terancam
Lebih dari 10,7 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2025
Harga Solar di Kamboja Melonjak 110% Akibat Konflik Timur Tengah