Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto terus memicu beragam reaksi dari berbagai kalangan. Menanggapi wacana ini, sejarawan Anhar Gonggong menyatakan bahwa keputusan akhir pemberian gelar tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Anhar mengungkapkan bahwa Soeharto sebenarnya telah mendapatkan pengakuan tinggi dari MPR dengan gelar Bapak Pembangunan. Pernyataan ini disampaikannya sebelum pengumuman resmi penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.
Menurut analisis sejarawan tersebut, pemerintahan Soeharto memiliki dua sisi yang kontras. Di satu sisi, keberhasilan dalam membangun ekonomi Indonesia patut diakui. Namun di sisi lain, terdapat masalah serius terkait praktik korupsi dan sistem pemerintahan yang cenderung otoriter.
"Pertanyaan mengenai kelayakan pemberian gelar ini saya kembalikan sepenuhnya kepada presiden," tegas Anhar dalam pernyataannya.
Pandangan berbeda disampaikan oleh Murpin Josua Sembiring, Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya. Ia mengajak masyarakat untuk menilai usulan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto secara rasional dan reflektif.
Murpin menekankan peran kritis Soeharto dalam menstabilkan negara pasca krisis ekonomi dan politik yang hampir mengancam integrasi nasional. Menurutnya, Soeharto berhasil membangun kembali struktur administrasi negara, memulihkan kepercayaan internasional, dan meletakkan pondasi pembangunan jangka panjang.
Berbagai program unggulan lahir pada masa pemerintahan Soeharto, antara lain program swasembada beras, pengembangan infrastruktur irigasi dan waduk, pembangunan puskesmas dan posyandu, elektrifikasi pedesaan, serta berbagai proyek infrastruktur dasar yang memperluas akses kesehatan dan pendidikan hingga ke daerah terpencil.
Artikel Terkait
Bupati Lebak Bantah Sindir Wabup, Amir Hamzah: Itu Penghinaan Pribadi
Richard Lee Diperpanjang Masa Tahanannya, Istri Turut Dipanggil Penyidik
DPR Apresiasi Pemerintah, Harga BBM Tak Naik 1 April 2026
Hasil SNBP 2026 Diumumkan Hari Ini, Bisa Dicek Mulai Pukul 15.00 WIB