Angka korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Sri Lanka terus merangkak naik. Menurut laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana setempat (DMC) pada hari Minggu (30/11), jumlah orang yang tewas telah mencapai 334 jiwa.
Ini jelas sebuah tragedi besar. Dibandingkan data sebelumnya yang menyebut 212 korban, kenaikannya sangat signifikan dan menyedihkan. Situasinya makin suram dengan lebih dari 400 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Bayangkan saja, bencana ini telah mengganggu kehidupan lebih dari 1,3 juta penduduk di berbagai wilayah.
Bencana kali ini disebut-sebut sebagai yang terparah sejak tsunami Asia melanda pada 2004 silam. Waktu itu, gelombang raksasa menewaskan sekitar 31.000 orang dan memaksa lebih dari satu juta penduduk kehilangan rumah mereka. Sungguh sebuah kenangan pahit yang kembali terngiang.
Artikel Terkait
Khamenei vs Trump: Siapa yang Lebih Rentan Terguling dari Takhta Kekuasaan?
New York Bongkar Jaringan Ekstremis yang Intimidasi Warga Palestina hingga Yahudi Kritis
Kartu Nusuk 2026 Dijanjikan Langsung Dibagikan di Indonesia
Trump Klaim Pembantaian di Iran Berakhir, Nada Ancaman Mendadak Redup