Merespons situasi yang kian genting, Presiden Anura Kumara Dissanayake tak tinggal diam. Pada hari Sabtu, ia resmi menetapkan status keadaan darurat. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan dampak siklon yang menghantam. Tak hanya itu, pemerintah juga sudah mengulurkan tangan meminta bantuan dari komunitas internasional.
Sebelumnya, banjir terburuk yang tercatat terjadi pada Juni 2003, di mana 254 nyawa melayang. Namun begitu, musibah kali ini ternyata jauh lebih mengerikan.
Meski hujan telah berhenti di seluruh penjuru Sri Lanka, ibu kota Colombo dan sekitarnya masih terendam. Genangan air di kawasan dataran rendah masih menjadi masalah serius. Di tengah kondisi yang pelik ini, pihak berwenang tengah mempersiapkan operasi bantuan besar-besaran untuk meringankan beban para korban.
Artikel Terkait
Jalur Bawah Tanah Gaza: Empas Pejuang Hamas Tewas di Bumi yang Sudah Dikuasai Israel
Bantuan Logistik 4 Ton Tiba, BNPB Genjot Distribusi ke Daerah Terisolir Aceh
Enam Hari Terjebak Longsor, Keluarga Ini Bertahan Hidup di Dalam Mobil
Sesepuh NU Gelar Pertemuan Darurat, Desak Penyelesaian Konflik di Tubuh PBNU