Menteri Pertahanan Israel Ancam Eliminasi Calon Pengganti Pemimpin Tertinggi Iran

- Kamis, 05 Maret 2026 | 10:00 WIB
Menteri Pertahanan Israel Ancam Eliminasi Calon Pengganti Pemimpin Tertinggi Iran

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Kali ini, pernyataan keras datang dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Lewat akun X-nya, ia mengeluarkan ancaman yang langsung menyasar jantung kekuasaan di Teheran: siapapun yang terpilih menggantikan Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran akan jadi "target eliminasi" militer Israel.

Pernyataan itu muncul di tengah proses suksesi yang sedang berlangsung. Khamenei sendiri dilaporkan wafat setelah serangan gabungan AS dan Israel akhir Februari lalu. Situasinya memang panas.

"Pemimpin mana pun yang dipilih oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, dunia bebas, dan negara-negara di kawasan itu, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi target pembunuhan," tulis Katz dalam bahasa Hebrew.

Ia menegaskan, arahan ini berlaku "tidak peduli apa pun namanya atau di mana ia bersembunyi." Intinya, ancaman Israel tidak terbatas pada figur tertentu. Siapapun yang dinilai bakal melanjutkan kebijakan permusuhan terhadap Israel dan sekutunya, akan berhadapan dengan respons militer yang keras.

Di sisi lain, Katz juga menyebut komitmen bersama dengan Amerika. Mereka bertekad terus menekan Iran lewat operasi gabungan.

"Kami akan terus bertindak dengan kekuatan penuh, bersama dengan mitra Amerika kami, untuk membongkar kemampuan rezim dan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menggulingkan dan menggantinya," tambahnya.

Jadi, ancaman ini bukan cuma retorika. Ini bagian dari strategi yang lebih luas untuk, menurut klaim Katz, membuka peluang bagi rakyat Iran menentukan nasibnya sendiri.

Mojtaba Khamenei: Penerus yang Penuh Risiko?

Nah, siapa yang paling mungkin naik? Sorotan kini tertuju pada Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin itu. Ia dikenal sebagai tokoh berhaluan keras dan sudah lama disebut-sebut sebagai calon kuat di kalangan elite dalam negeri. Meski tak punya jabatan resmi, namanya selalu muncul dalam pembicaraan tertutup para ulama senior dan petinggi militer.

Prosesnya sendiri dikabarkan sudah memasuki tahap akhir. Ayatollah Ahmad Khatami, anggota Dewan Penjaga dan Majelis Ahli, memberi sinyal ke media pemerintah.

“Pemimpin tertinggi akan ditentukan pada kesempatan terdekat, kami hampir sampai pada kesimpulan,” katanya.

Ancaman terbuka dari Israel ini jelas menempatkan proses suksesi Iran dalam tekanan geopolitik yang belum pernah terjadi. Bayangkan, jika benar Mojtaba yang terpilih, dia bukan cuma mewarisi kekuasaan ayahnya. Dia juga langsung mewarisi status sebagai sasaran utama dari Israel dan sekutunya. Sebuah warisan yang sangat berbahaya.

Jadi, situasinya rumit. Di satu sisi, elite Iran harus memilih pemimpin baru di tengah duka dan kekosongan kekuasaan. Di sisi lain, pilihan mereka akan langsung dihadapkan pada ancaman militer yang sangat nyata. Langkah selanjutnya Iran akan menentukan arah ketegangan di kawasan yang sudah begitu rentan ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar