Pabrik VinFast di Subang sudah siap beroperasi. Dan prioritas pertamanya jelas: memproduksi VF 3. Di tengah pasar mobil listrik Indonesia yang makin ramai, langkah ini disebut-sebut sebagai strategi yang jitu untuk langsung meraih pijakan.
Kenapa justru model kecil itu yang didahulukan? Ternyata, jawabannya sederhana: angka penjualan. Bagi pabrikan asal Vietnam ini, VF 3 adalah produk dengan volume terbesar, jadi wajar kalau dijadikan tulang punggung di fase awal. Dengan begitu, fondasinya kuat sebelum nanti merambah ke segmen yang lebih tinggi.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, punya penjelasan gamblang soal ini.
“Karena potensi pasarnya. Karena saat ini kan memang secara volume penjualan 70 persen dari volume kami masih berasal dari VF 3,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Menurutnya, keputusan ini bukan cuma urusan garis produksi. Ini soal membaca tren. Segmen kendaraan listrik urban dinilai paling responsif, baik dari sisi harga maupun kebutuhan mobilitas sehari-hari yang praktis.
“Jadi tentu kami mengutamakan volume yang tersebar dulu sehingga bisa diserap lebih cepat dari segmen itu,” tambah Kariyanto.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Bantah Isu Krisis, Proyeksikan Ekspansi Ekonomi hingga 2030
Transjakarta Rayakan HUT ke-12 dengan Tarif Spesial Rp12 Sepanjang Hari
Iran Klaim Kerahkan Satu Juta Pasukan Antisipasi Invasi Darat AS
Jamaika Kalahkan Kaledonia Baru 1-0, Lolos ke Final Path A Kualifikasi Piala Dunia