Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyampaikan optimisme yang cukup tinggi mengenai kondisi ekonomi negaranya. Ia yakin AS bakal terhindar dari jurang resesi pada tahun 2026 mendatang.
Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News, Senin lalu, Bessent mengungkapkan keyakinannya itu. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tinggi tahun depan bakal terwujud berkat kombinasi kebijakan tarif dan sejumlah kesepakatan perdagangan yang digagas Presiden Donald Trump.
"Saya sangat, sangat optimistis untuk 2026. Kita telah menyiapkan landasan bagi pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat," tegas Bessent.
Namun begitu, ia tak menampik adanya tekanan di beberapa sektor. Sektor perumahan, misalnya, disebutnya sedang mengalami tantangan cukup berat.
"Jelas, sektor perumahan sedang berjuang. Sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga acuan juga tertekan," ujarnya lagi.
Belum lagi soal penutupan pemerintah yang terjadi baru-baru ini. Bessent mengakui bahwa hal itu ikut membebani perekonomian. Bahkan, periode penutupan itu disebut sebagai yang terpanjang dalam sejarah AS.
Di sisi lain, pandangan serupa juga datang dari Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett. Dalam wawancara terpisah dengan Fox, ia turut meramalkan kekuatan ekonomi AS di tahun depan.
"Kabar baiknya untuk tahun depan adalah pabrik-pabrik segera dibangun, dan kemudian orang-orang akan mulai mendapatkan pekerjaan," kata Hassett.
Jadi, meski ada beberapa sektor yang masih tertekan, kedua pejabat itu sepakat bahwa prospek ekonomi AS ke depan tetap cerah.
Artikel Terkait
MNC Vision Networks dan MNC Peduli Salurkan Bantuan untuk 70 Anak Yatim di Depok
Kaesang Pangarep Bertemu Herman Deru di Palembang, Nonton Timnas Indonesia Kalahkan Oman 3-0
KAI Uji Coba Tambah Frekuensi LRT Jabodepek pada Jam Sibuk Pagi Mulai 8 Juni 2026
Jonatan Christie Kunci Tiket Semifinal Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Yushi Tanaka