Purbaya Angkat Bicara Soal Potensi Melesetnya Target Pajak 2025: Nggak Ada, Santai

- Minggu, 21 Desember 2025 | 15:25 WIB
Purbaya Angkat Bicara Soal Potensi Melesetnya Target Pajak 2025: Nggak Ada, Santai

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal isu yang ramai diperbincangkan: target penerimaan pajak tahun 2025 yang berpotensi meleset. Menurutnya, fenomena "shortfall" ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Ini konsekuensi yang wajar, mengingat aktivitas ekonomi nasional memang sudah menunjukkan perlambatan sejak awal tahun.

“Itu waktu ekonomi melambat kuartal-I 2025 sampai bulan Agustus, kenapa Anda nggak protes?” tanya Purbaya dengan nada retoris dalam konferensi pers APBN KiTA, Minggu (21/12).

“Ketika ekonomi melambat, pasti itu otomatis risikonya ada,” tegasnya.

Logikanya sederhana. Risiko rendahnya setoran pajak berjalan beriringan dengan dinamika pertumbuhan ekonomi di lapangan. Kalau roda ekonomi ngepelan, ya wajar saja penerimaan negara dari sektor ini ikut terpengaruh. Namun begitu, Purbaya memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah mitigasi terus dijalankan untuk menjaga stabilitas kas negara.

Perbaikan sistem di Ditjen Pajak dan optimalisasi di sektor Bea Cukai digenjot. Tujuannya satu: agar defisit anggaran tetap berada di jalur yang aman.

“Tapi kita kendalikan semuanya,” ujarnya meyakinkan.

“Kita perbaikin pengumpulan pajak, bea cukai, dan lain-lain. Yang ada sih sedikit tahun ini, apalagi nggak kita bisa kendalikan defisit-nya.”

Ia mengakui, performa pajak saat ini adalah bayangan dari kondisi sembilan bulan pertama 2025. Sebuah realitas yang, mau tidak mau, harus dihadapi. “Jadi, ini kan dampak yang kemarin. Kita nggak bisa hilangin kan yang 9 bulan pertama tahun ini,” tuturnya dengan nada realistis.

Lalu bagaimana dengan kekhawatiran masyarakat? Banyak yang bertanya-tanya, jangan-jangan pemerintah akan main gebuk untuk mengejar target di sisa waktu yang mepet. Purbaya langsung menepis spekulasi semacam itu.

“Nggak ada, santai,” tukasnya singkat.

“Biasa-biasa aja penarikannya.”

Jaminan itu diberikan sambil ia menatap tahun depan dengan optimisme. Sebagai bendahara negara, Purbaya yakin kinerja fiskal akan membaik seiring target pertumbuhan ekonomi yang lebih progresif. Ambisinya jelas: mendorong ekonomi tumbuh hingga 6 persen. “Yang jelas tahun depan semuanya akan lebih baik lagi,” ucapnya penuh keyakinan.

Data terbaru hingga November 2025 mencatat realisasi penerimaan pajak sebesar Rp1.634,43 triliun. Angka itu baru mencapai sekitar 74,65 persen dari target APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2.189,3 triliun. Jaraknya masih cukup jauh, memang. Tapi bagi Purbaya, yang penting defisit tetap terkendali dan langkah perbaikan terus berjalan.

Komentar