Mengutip penjelasan dari How Stuff Works, tenaganya bersumber dari mesin Otto 1-silinder yang sudah pakai bensin. Sistemnya sangat sederhana, cuma mengandalkan pendingin udara. Belum ada teknologi injeksi apalagi radiator seperti sekarang.
Tapi yang menarik, motor ini sudah punya karburator semprot. Fungsinya untuk mencampur bensin dan udara dengan presisi, agar pembakarannya di dalam mesin jadi lebih efisien. Sebuah terobosan yang cukup signifikan untuk zamannya.
Meski sudah bermesin, jangan bayangkan kecepatannya seperti motor bebek. Kecepatan maksimumnya cuma sekitar 16 km/jam sedikit lebih cepat dari orang jalan kaki. Tapi di era dimana transportasi masih didominasi kuda dan kereta uap, angka itu sudah merupakan pencapaian yang luar biasa.
Desainnya polos saja. Tangki bahan bakarnya menyatu dengan bodi. Untuk menyalakannya, menggunakan sistem hot tube ignition, yaitu lewat tabung panas, bukan busi. Dan jangan cari pedal atau kopling di sana, karena semuanya masih sangat sederhana.
Sekarang, replika Reitwagen itu bisa dilihat di sebuah museum di Jerman. Rangka kayunya mungkin bukan asli, dan sudah melalui banyak rekonstruksi. Tapi benda itu tetap menjadi simbol penting, sebuah bukti nyata bagaimana manusia mulai merakit kendaraan bermotor dari bahan-bahan yang paling sederhana sekalipun.
Artikel Terkait
Pramono Anung Beri Sinyal Tegas: Spanduk Parpol Izin Habis Langsung Ditertibkan
SKK Migas Pacu 39 Sumur Potensial untuk Kejar Target Produksi Minyak
KPK Gelar Dua OTT dalam Sehari: Banjarmasin dan Jakarta Jadi Sasaran
Prabowo Panggil Eks-Menlu Bahas Strategi di Tengah Gejolak Global