Kabupaten Pidie Jaya jadi salah satu yang geraknya cepat. PDAM setempat, Tirta Mon Tala, berhasil menyalurkan bantuan air bersih ke warga di hari kedua pasca banjir. Lambat laun, komunikasi dengan daerah lain seperti Aceh Tengah, Langsa, dan Aceh Tamiang mulai terbangun.
Dari koordinasi itu, terungkap kebutuhan yang mendesak di lapangan. Bukan cuma air bersih, tapi juga tandon atau penampungan air untuk mempercepat distribusi ke posko-posko pengungsian.
Namun begitu, ada satu masalah besar yang menghambat: listrik. Hampir semua instalasi pengolahan air PDAM bergantung pada pompa listrik. Begitu listrik mati, operasional pun langsung lumpuh.
"Di Aceh Besar, selama 15 hari kami harus mengoperasikan genset dengan konsumsi bahan bakar minyak mencapai 37 ton. Meski demikian, pelayanan tetap belum bisa berjalan optimal," tegas Sulaiman.
Jalan menuju pemulihan total masih panjang. Tapi setidaknya, langkah pertama sudah dimulai.
Artikel Terkait
Pramono Anung Beri Sinyal Tegas: Spanduk Parpol Izin Habis Langsung Ditertibkan
SKK Migas Pacu 39 Sumur Potensial untuk Kejar Target Produksi Minyak
KPK Gelar Dua OTT dalam Sehari: Banjarmasin dan Jakarta Jadi Sasaran
Prabowo Panggil Eks-Menlu Bahas Strategi di Tengah Gejolak Global