Di acara penyerahan kunci rumah di Serang, Banten, Sabtu lalu, ada kabar penting yang disampaikan Menteri Perumahan Maruarar Sirait. Presiden Prabowo Subianto, yang hadir langsung, dikabarkan menaikkan anggaran untuk sektor perumahan. Tujuannya jelas: agar program Bedah Rumah bisa menjangkau setiap kabupaten dan kota di Indonesia.
Angkanya cukup mencengangkan. Dari sekitar Rp5 triliun tahun ini, anggaran Kementerian PUPR bakal melonjak jadi lebih dari Rp10 triliun di tahun depan. Itu kenaikan yang signifikan.
Nah, yang menarik, Maruarar menegaskan bahwa sebagian besar dana itu sekitar 80 persen akan dialokasikan langsung untuk masyarakat.
"80 persen anggaran kami buat rakyat melalui program Bedah Rumah," tegasnya.
Fokus pada program itu bukan tanpa alasan. Menurut data yang diungkapkannya, masih banyak sekali daerah yang belum tersentuh. Tahun ini saja, ada 222 kabupaten dan kota yang sama sekali tak kebagian program Bedah Rumah. Bahkan, dalam kurun lima tahun terakhir, tercatat 22 kabupaten yang tak pernah merasakan program tersebut sekalipun.
Ini jadi masalah serius. Apalagi, angka yang beredar menyebutkan sekitar 26,9 juta warga Indonesia tinggal di rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni. Situasi inilah yang coba dijawab dengan penambahan anggaran tersebut.
Di sisi lain, target fisik program pun ikut melambung tinggi. Kalau sebelumnya hanya sekitar 45 ribu unit rumah yang direnovasi, tahun depan angkanya dipatok sekitar 400 ribu unit. Bisa dibilang, naik hampir delapan kali lipat.
Jadi, dengan anggaran yang membengkak dan target yang ambisius, pemerintah sepertinya sedang berusaha keras mengejar ketertinggalan. Tinggal nanti, eksekusinya di lapangan seperti apa.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Tersangka OTT Pajak di Banjarmasin, Bukti Uang Rp1 Miliar Diamankan
Polisi dan BI Konfirmasi Potongan Uang di TPA Bekasi Asli, Prosedur Pemusnahan Diselidiki
Mantan Gelandang Bhayangkara FC, Matias Mier, Kini Merumput di Liga El Salvador
KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar sebagai Saksi Kasus Korupsi Rumah Dinas