Dan hasilnya mulai kelihatan. Erdi menambahkan, total sudah 24 sumur bor Polri yang aktif dan langsung dimanfaatkan warga. “Terutama di wilayah dengan kebutuhan air bersih paling mendesak,” tambahnya. Angka itu tentu belum final. Targetnya jauh lebih besar, mengingat Kapolri sebelumnya memerintahkan pembangunan 209 sumur bor khusus di Aceh Tamiang. Itu bagian dari program lebih luas: 338 fasilitas sumur bor di seluruh Aceh.
Namun begitu, bantuan tak berhenti di air bersih saja. Polri juga membangun fasilitas sanitasi. Di Aceh Tamiang sendiri, sudah didirikan 15 unit MCK. Ada juga 4 unit di wilayah Sumatera lainnya. Fasilitas mandi, cuci, kakus ini penting banget. Selain memulihkan martabat warga, juga untuk mencegah munculnya penyakit-penyakit yang rawan muncul pasca bencana.
Langkah-langkah konkret ini, meski mungkin terlihat sederhana, punya dampak besar. Ia bukan sekadar angka laporan. Tapi upaya nyata menghadirkan negara di tengah kesulitan warga. Komitmen untuk memastikan bantuan darurat itu benar-benar dirasakan, dan membantu masyarakat bangkit perlahan dari keterpurukan.
Artikel Terkait
Film Indie Iron Lung Karya Markiplier Raup Rp878 Miliar dari Modal Minim
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 28 Persen
Libur Lebaran 2026, 500 Ribu Lebih Wisatawan Serbu Monas, Ragunan, dan Ancol
Friderica Widyasari Dewi Resmi Dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2032