Menteri Keuangan Didesak Buka Kredit Murah untuk Selamatkan Industri Mebel

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 01:30 WIB
Menteri Keuangan Didesak Buka Kredit Murah untuk Selamatkan Industri Mebel

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mendapat kunjungan khusus. Sejumlah pelaku usaha dari Kadin Indonesia, dipimpin langsung oleh Anindya Bakrie, datang membawa satu keresahan utama: kondisi industri mebel dalam negeri yang dinilai mulai terdesak.

Inti pertemuan itu sederhana tapi mendesak. Para pengusaha mengusulkan adanya skema pembiayaan khusus. Mereka merasa produk lokal kian sulit bersaing dengan negara seperti Vietnam, yang dinikmati pelakunya dengan beban bunga pinjaman yang jauh lebih ringan. Tekanan dari luar itu terasa sangat nyata.

Purbaya mengungkapkan keluhan mereka usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat lalu.

“Dia (Kadin) bilang, ini daya saing mereka dengan luar ada Vietnam segala macem dari sisi pembiayaan terganggu, karena bunga lebih rendah dari negara sana. Jadi mereka tanya ada nggak skema pembiayaan di pemerintah yang bisa membantu mereka dalam hal pembiayaan tadi,” kata Purbaya.

Menanggapi hal itu, Purbaya punya satu ide. Dia melirik Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai saluran potensial untuk menyalurkan modal murah. Tapi, dia tak mau gegabah. Ada catatan yang harus dibenahi dulu.

“Ini industri furnitur ya, itu saya akan lihat kan kalau kita bisa bantu, kita bantu. Kita tahu, LPEI kemarin masih ada masalah. Jadi kita cek sudah betul belum di LPEI, kalau sudah betul, kita tambahkan insentif dukungan ke industri furnitur lewat LPEI,” ujarnya tegas.

Memang, situasi industri furnitur lokal sedang tidak mudah. Di pasar domestik, mereka terjepit oleh membanjirnya produk impor dengan harga yang sulit ditandingi. Di sisi lain, pasar ekspor sebenarnya masih memberi angin segar dengan tren yang positif. Pertemuan ini jadi upaya mencari solusi di tengah kondisi yang serba sulit itu.

Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa pembicaraan juga menyentuh soal deregulasi. Tujuannya jelas: memperkuat pondasi para pelaku UMKM yang jadi tulang punggung industri.

“Nah, jadi di sini kita tadi mendiskusikan kira-kira deregulasi apa atau insentif apa yang bisa dilakukan,” kata Anindya.

Jadi, meski insentif pembiayaan lewat LPEI masih dalam pertimbangan matang, dialog antara pemerintah dan pelaku usaha telah dimulai. Langkah selanjutnya tinggal menunggu evaluasi dan komitmen nyata.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar