Kemenpar Siapkan 65 Paket Wisata dan 244 Event Sambut Libur Nataru 2026

- Selasa, 16 Desember 2025 | 19:50 WIB
Kemenpar Siapkan 65 Paket Wisata dan 244 Event Sambut Libur Nataru 2026

Kementerian Pariwisata tak mau kehilangan momen. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, mereka sudah merangkul 23 mitra dari kalangan industri untuk menyiapkan beragam paket liburan. Tujuannya jelas: mendongkrak jumlah kunjungan sekaligus menggeliatkan ekonomi di saat libur panjang.

Hingga saat ini, menurut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, terkumpul sekitar 65 paket wisata "Nataru" dari para mitra tersebut. Paket-paket itu sudah dipromosikan lewat kanal media milik kementerian, biar masyarakat gampang mencarinya.

Destinasinya beragam, mulai dari Puncak Bogor yang selalu ramai, lalu ada keindahan dataran tinggi Dieng, hingga ke pesona Gunung Bromo dan Semeru. Juga tak ketinggalan Labuan Bajo yang eksotis. Harapannya, paket-paket ini bisa menarik minat traveler untuk menjelajah sekaligus menggerakkan perekonomian lokal di penghujung tahun.

Ni Luh juga menyoroti soal transportasi. Kementerian mengimbau agen perjalanan online untuk patuh pada kebijakan harga tiket pesawat pemerintah. Sebelumnya, sudah diumumkan program diskon tiket 13-14 persen untuk perjalanan periode Desember-Januari.

"Diskon tiket pesawat ini sudah mulai berlaku dan kami lihat harganya sudah turun. Mudah-mudahan ini mendorong masyarakat untuk segera membeli tiket dan melakukan perjalanan," kata Ni Luh, Selasa (16/12/2025).

Tak cuma paket wisata dan diskon, geliat pariwisata akan diperkuat oleh ratusan event. Menurut Ni Luh, sepanjang periode Nataru nanti setidaknya ada 244 acara yang digelar di berbagai daerah. Ini diharapkan jadi magnet tambahan bagi wisatawan.

"Kolaborasi adalah kunci. Dengan kesiapan destinasi, paket wisata, diskon transportasi, dan event yang tersebar di berbagai daerah, kami optimistis libur Nataru tahun ini bisa memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi," ujarnya.

Target 1,5 Juta Wisatawan Mancanegara

Kemenpar sendiri punya proyeksi yang cukup optimis. Mereka memperkirakan kunjungan wisatawan mancanegara bisa tembus 1,5 juta. Sementara itu, survei Kemenhub menyebutkan ada sekitar 100 juta wisatawan domestik yang berencana melakukan perjalanan di bulan Desember. Angka yang fantastis.

"Ketika perjalanan luar kota itu masuk dalam kategori berwisata, tentu ini menjadi perhatian serius bagi kami. Dengan angka yang sangat besar dan puncak di akhir Desember, Kementerian Pariwisata mendorong semua pihak untuk bersiap," tegas Ni Luh.

Namun begitu, di balik antusiasme itu, ada fokus utama yang tak boleh dilupakan: keamanan dan keselamatan. Kemenpar sudah mengeluarkan Surat Edaran untuk pemda, asosiasi, dan pelaku pariwisata di seluruh Indonesia. Isinya seruan koordinasi intensif dengan banyak pihak, mulai dari PHRI, fasilitas kesehatan, PMI, hingga Polri dan Basarnas.

Langkah ini dianggap krusial. Apalagi BMKG memprediksi curah hujan pada Desember akan cukup tinggi, yang berpotensi memicu bencana di sejumlah lokasi wisata.

"Kami menginstruksikan agar pemerintah daerah benar-benar siap, karena faktor cuaca juga harus diantisipasi dengan serius," kata Ni Luh.

Di sisi lain, Kemenpar mendorong penerapan manajemen risiko yang ketat, khususnya di destinasi dengan tingkat kerawanan tinggi. Pemda diminta mengisi matriks pemetaan risiko yang telah disebarkan. Tujuannya sederhana: mendeteksi potensi masalah sedini mungkin, sebelum semuanya terlambat.

(Nadya Kurnia)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar