Dia menggambarkan masalahnya dengan sederhana. Kalau uang cuma numpuk di level M0 dan mandek, ekonomi pun ikut-ikutan stagnan. “Walaupun naik M0-nya tapi ekonomi enggak berputar. Nah ini yang harus diberesin nih,” tegasnya.
Persoalan serupa juga dia lihat dalam kebijakan pemerintah baru-baru ini. Pemerintah menempatkan dana segar yang tak sedikit, total Rp276 triliun, ke bank-bank milik negara dan daerah. Tapi bagi David, besaran angka saja tidak menjamin apa-apa.
Dampaknya terhadap perekonomian bakal minimal jika dana itu akhirnya mengendap di bank dan tidak disalurkan menjadi kredit yang produktif.
“Tadi tergantung uangnya ini bisa muter enggak nih,” ujarnya dengan nada skeptis. “Kalau enggak berputar ya berapapun dimasukkan, ya sama saja bohong.”
Pernyataannya itu seperti menyentil sebuah realitas. Proyeksi angka yang rapi di atas kertas harus dihadapkan pada mekanisme riil perputaran uang yang kerap tak semulus harapan.
Artikel Terkait
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
ASEAN dan India Pacu Wisata Kapal Pesiar, Rute Baru dan Konektivitas Jadi Fokus
Meikarta Mulai Garap 141.000 Unit Rusun Subsidi, Lahan Dinyatakan Clean and Clear
MNC University Gelar Forum Pelajar SDGs, Siapkan Pemimpin Masa Depan