Bantuan Logistik Hanya Bisa Turun dari Langit di Enam Wilayah Sumatera

- Senin, 15 Desember 2025 | 11:55 WIB
Bantuan Logistik Hanya Bisa Turun dari Langit di Enam Wilayah Sumatera

Hingga saat ini, enam wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terisolasi. Penyebabnya jelas: banjir yang melanda memutus akses jalan darat. Akibatnya, satu-satunya cara untuk mengirimkan bantuan logistik adalah lewat udara.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, membeberkan rinciannya. Di Aceh saja, tiga kabupaten masih terkepung. Akses darat benar-benar terbatas.

"Kabupaten Bener Meriah itu ada empat kecamatan terdiri dari 15 desa," ujar Abdul pada Senin (15/12/2025).

"Kemudian Aceh Tengah ada tujuh kecamatan dan beberapa desa. Lalu, Gayo Lues tiga kecamatan 27 desa," tambahnya.

Menurutnya, yang banyak putus itu justru jalur penghubung antar kabupaten. Belum lagi akses dari pusat kabupaten menuju kecamatan dan desa di dalamnya. Situasinya memang rumit.

Meski begitu, upaya distribusi tak boleh berhenti. Pemerintah memaksimalkan jalur udara untuk menjangkau titik-titik pengungsian. "Tiap hari kami terima informasi koordinat titik pengungsi di desa yang masih sulit akses daratnya ini," jelas Abdul. Logistik terus diupayakan turun dari langit.

Di Sumatera Utara, kondisi tak jauh berbeda. Sebanyak 21 desa di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara masih sulit dijangkau lewat darat. Perbaikan jalan terus dikerjakan, tapi medannya berat. Targetnya jelas: membuka kembali akses ke puluhan desa itu.

"Untuk daerah yang masih sulit akses daratnya itu dua kabupaten, sembilan kecamatan, yang terdiri dari 21 desa," paparnya.

Abdul melanjutkan, daerah-daerah yang terputus itu umumnya merupakan jalur lintas kabupaten. Atau, jalur penghubung antar kecamatan dan desa dalam satu kabupaten. Intinya, jaringan transportasi lokal benar-benar lumpuh.

Sementara di Sumatera Barat, kabar terakhir menyisakan satu nagari di Kabupaten Agam yang masih terblokir. Satu nagari ini setara dengan satu kampung.

"Jadi di Kabupaten Agam masih ada satu nagari terdampak banjir longsor yang aksesnya belum terbuka," kata dia.

"Tapi logistik terus kita drop via udara."

Upaya dari udara menjadi nadi bagi warga di daerah terisolasi itu. Menunggu jalan darat dibuka, bantuan dari langit adalah harapan mereka.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar