Nama salah satu pelaku pun mulai mencuat. Seorang pejabat polisi senior yang berbicara kepada ABC menyebutkan identitasnya: Naveed Akram, dari pinggiran Bonnyrigg. Rumahnya langsung digeledah untuk mengumpulkan barang bukti.
Di sisi lain, respons pemerintah tidak datang lambat. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyuarakan duka mendalam atas peristiwa mengerikan ini.
"Polisi dan petugas tanggap darurat berada di lokasi berupaya menyelamatkan nyawa. Perhatian saya bersama semua orang yang terkena dampak," tulisnya di platform media sosial.
Gelombang dukungan dan rasa solidaritas pun mengalir. Namun begitu, pertanyaan besar masih menggantung: apa motif di balik serangan keji terhadap perayaan damai ini? Investigasi masih terus berlanjut untuk mengungkap setiap detail kelam sore Minggu di Bondi itu.
Artikel Terkait
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur
Duel Sengit di Indonesia Arena: Garuda Hadang Singa Mesopotamia untuk Puncak Grup