"Polisi dan petugas tanggap darurat berada di lapangan bekerja untuk menyelamatkan nyawa. Pikiran saya bersama setiap orang yang terkena dampak,"
tulisnya dalam sebuah pernyataan.
Pihak berwenang masih menyelidiki motif di balik aksi brutal ini. Mereka belum bisa memastikan apakah perayaan Hanukkah sengaja menjadi target. Tapi, menurut Alex Ryvchin dari Dewan Eksekutif Komunitas Yahudi Australia, waktu kejadian yang bertepatan dengan acara itu bukanlah suatu kebetulan belaka.
Serangan ini, sayangnya, mencatatkan sejarah kelam baru. Ini adalah insiden penembakan paling mematikan di Australia sejak tragedi Port Arthur tahun 1996 silam. Kala itu, 35 nyawa melayang oleh aksi seorang penembak tunggal.
Artikel Terkait
WMO Prediksi El Nino 2026 Bisa Picu Rekor Suhu Global hingga 2027
PNM Perluas Akses Air Bersih dan Sanitasi di 28 Titik untuk Dongkrak Ekonomi Warga
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Jakarta-Cikampek, Sistem Satu Arah Dimulai Siang Ini
KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Indonesia, Lakukan Latihan Bersama di Selat Sunda