Industri penerbangan global lagi-lagi menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang cukup menggembirakan. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) baru saja merilis laporan terbaru yang memprediksi laba maskapai di seluruh dunia bakal menyentuh angka fantastis: USD 39,5 miliar atau sekitar Rp 660 triliun untuk tahun ini. Angka itu jauh lebih optimis ketimbang estimasi awal yang 'hanya' USD 36 miliar.
Tak cuma soal profit, volume penumpang pun diproyeksikan naik. Tahun depan, maskapai diperkirakan akan mengangkut 4,98 miliar orang. Bandingkan dengan tahun lalu yang tercatat 4,77 miliar penumpang. Data ini dilansir AFP pada Sabtu lalu, 13 Desember 2025, langsung merujuk pada laporan resmi IATA.
Ngomong-ngomong soal IATA, asosiasi ini anggotanya sekitar 360 maskapai. Kumpulan mereka mewakili 80 persen dari total lalu lintas udara di dunia. Jadi, prediksinya bisa dibilang cukup akurat untuk jadi gambaran.
Di tengah optimisme angka-angka tadi, tantangan yang dihadapi industri ini nyatanya nggak sedikit. Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA, mengakui hal itu.
"Peningkatan kinerja ini merupakan kabar baik mengingat hambatan yang dihadapi industri ini," ujar Walsh.
Artikel Terkait
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
ASEAN dan India Pacu Wisata Kapal Pesiar, Rute Baru dan Konektivitas Jadi Fokus
Meikarta Mulai Garap 141.000 Unit Rusun Subsidi, Lahan Dinyatakan Clean and Clear
MNC University Gelar Forum Pelajar SDGs, Siapkan Pemimpin Masa Depan