Mantan Presiden Bolivia Diciduk di Luar Kampus, Terkait Dugaan Korupsi 700 Juta Dolar

- Kamis, 11 Desember 2025 | 13:00 WIB
Mantan Presiden Bolivia Diciduk di Luar Kampus, Terkait Dugaan Korupsi 700 Juta Dolar

Mantan Presiden Bolivia Ditangkap Usai Lengser

Luis Arce, mantan presiden Bolivia, kini mendekam dalam tahanan. Penangkapan itu terjadi Rabu (10/12/2025) di La Paz, hanya sebulan setelah dia meninggalkan istana kepresidenan. Aparat menciduk Arce terkait dugaan kasus korupsi besar yang mengguncang negara.

Menurut sejumlah saksi, penangkapan berlangsung dramatis. Arce baru saja usai mengajar kelas ekonomi di sebuah universitas negeri di kawasan Sopocachi. Saat berjalan kaki, dia dihadang dan dibawa paksa ke dalam sebuah minivan berwarna gelap. Tak ada pemberitahuan resmi sebelumnya.

Marco Antonio Oviedo, pejabat senior di pemerintahan Presiden Rodrigo Paz yang baru dilantik, membenarkan penangkapan itu. Dia menyebut tuduhannya berat: penggelapan dana publik.

“Ini keputusan pemerintah untuk memerangi korupsi, dan kami akan menangkap semua yang bertanggung jawab atas penggelapan besar ini,” tegas Oviedo.

Kasusnya merujuk ke masa lalu Arce, jauh sebelum jadi presiden. Dia dituduh terlibat mengalihkan dana sekitar 700 juta dolar AS saat menjabat menteri ekonomi di era Evo Morales (2006-2019). Uang yang seharusnya untuk masyarakat adat dan petani itu, kata Oviedo, dipakai untuk kepentingan lain.

“Arce diidentifikasi sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kerusakan ekonomi besar ini,” tambahnya.

Di sisi lain, muncul suara pembelaan. Maria Nela Prada, sekutu dekat dan juga mantan menteri di kabinet Arce, mengecam keras aksi aparat. Dia menyebutnya sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang terang-terangan.

Prada mengungkapkan, Arce sempat menghubunginya sesaat sebelum komunikasi terputus sama sekali. Situasi itu meninggalkan ketegangan yang masih terasa di ibu kota Bolivia.

Penangkapan seorang mantan presiden tentu bukan hal sepele. Ini menandai babak baru dalam gelombang pemberantasan korupsi di Bolivia, sekaligus meninggalkan banyak tanda tanya tentang dinamika politik di sana pasca pergantian kekuasaan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar