Di tangannya, sebuah buku catatan kecil tampak penuh coretan. Ia mencatat dengan saksama setiap laporan yang masuk. Mulai dari beras dan mi instan, sabun dan pembersih lantai, sampai obat-obatan dan perlengkapan bayi. Semua dicatat, terutama untuk memastikan kelompok rentan anak kecil dan orang tua tidak terlupakan.
Selain soal barang, ia juga mengecek hal yang tak kalah vital: komunikasi. Apakah jalur antara posko pusat di Halim ini dengan rekan-rekan di daerah berjalan mulus? Sebab, kata Prasetyo, informasi yang telat bisa berakibat fatal, membuat bantuan nyasar atau terlambat sampai.
Usai berbincang dan mengecek segala persiapan, Mensesneg itu tak berlama-lama. Ia langsung bergegas menuju bandara untuk terbang ke Sumatera Utara. Rencananya, ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana keadaan warga di lokasi bencana.
Kunjungan lapangan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya nyata pemerintah, khususnya untuk memastikan semua instruksi Presiden Prabowo Subianto soal penanganan darurat bencana betul-betul jalan di lapangan. Bukan sekadar wacana di atas kertas.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
BMKG Waspadai Potensi Hujan hingga April 2026, Siapkan Antisipasi untuk Mudik Lebaran
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Perubahan Skema Haji 2026 Meski Ketegangan Timur Tengah Meningkat
Konsumsi Fesyen Muslim Global Diproyeksi Tembus USD433 Miliar, Indonesia Bidik Posisi Sentral
Petugas Haji Pantau Kepulangan 3.441 Jamaah Umrah dalam Tiga Hari