JAKARTA - Suasana hangat dan riuh rendah anak-anak memenuhi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Kelurahan Kampung Bali, Tanah Abang, Jumat (13/3/2026) sore itu. Mereka adalah lebih dari seratus anak yatim piatu dari sekitar wilayah itu, yang berkumpul untuk buka puasa bersama. Acara ini digagas oleh Gereja Santa Theresia Jakarta.
Ini adalah program dari Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) paroki tersebut. Tapi mereka nggak jalan sendiri. Untuk mewujudkannya, PSE menggandeng banyak pihak. Ada Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK), Seksi Komsos, dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Santa Theresia. Umat di Wilayah Filipus juga turut serta.
Kerja sama bahkan meluas ke Paroki Internasional Santo Petrus Kanisius, serta tentunya Pemerintah Kelurahan dan pengelola RPTRA setempat. Kolaborasi yang cukup kompak, bukan?
Menjelang waktu azan, Pastor Kepala Paroki, Romo Benny Beatus Wetty, SJ, memberikan souvenir secara simbolis kepada perwakilan anak-anak. Momen sederhana itu terasa sangat berarti.
“Lewat acara buka puasa bersama ini, kami dari Gereja Santa Theresia hendak mendukung adik-adik yang mengamalkan ibadahnya. Agar adik-adik sungguh-sungguh berpuasa dengan baik,” ujar Romo Benny.
“Ini sekaligus jadi momen berbagi kegembiraan. Dan tentunya, menjaga tali silaturahmi dan keakraban yang sudah terjalin baik,” tambahnya.
Di sisi lain, Elsa selaku Ketua PSE punya penjelasan sendiri. Menurutnya, acara seperti ini adalah wujud nyata tugas pelayanan.
“PSE sebagai perpanjangan tangan Gereja Santa Theresia melaksanakan tugas pelayanan dan silaturahmi dengan anak-anak, khususnya dari keluarga prasejahtera,” jelas Elsa.
Harapannya, kegiatan semacam ini bisa berlanjut. Darmawan Suryo Prabaya, atau yang akrab disapa Pak Dar dari Dewan Paroki Harian, punya ide lain.
“Ke depan, mungkin kita bisa adakan buka puasa bersama para petugas kebersihan atau pihak lainnya. Ini demi kebersamaan. Gereja yang inklusif bagi masyarakat dan umat beragama lain,” harapnya.
Rasa syukur juga datang dari pengelola RPTRA setempat, Ilham. Ia mengapresiasi langkah Gereja Santa Theresia yang telah berbagi dengan warga sekitar.
“Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi lagi dalam kegiatan lainnya,” ujar Ilham.
Acara itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti Joni Sito dari Komunitas Simoen Hanna, Conny Renny Raintung dari WKRI, serta perwakilan dari kelurahan dan warga.
Sebelum acara buka puasa bersama ini, rupanya PSE sudah lebih dulu aktif. Pada Selasa, 10 Maret, mereka membagikan takjil untuk driver ojek online, sopir taksi, dan bajaj. Bahkan, tiga hari sebelumnya, Seksi HAAK juga sudah melakukan hal serupa di pintu keluar gereja.
Serangkaian kegiatan yang menunjukkan, semangat berbagi di bulan Ramadan ini benar-benar dijalankan dengan tindakan nyata.
Artikel Terkait
Hardiknas 2026 Jatuh pada Sabtu, Sekolah Tetap Libur Meski Bukan Hari Libur Nasional
Kemendikdasmen Tetapkan Aturan Upacara Hardiknas 2026, Peserta Wajib Pakai Pakaian Adat
Rupiah Anjlok ke Rp17.326 per Dolar AS, Negosiasi AS-Iran Macet Jadi Biang Kerok
Serangan Udara Israel Hantam Lebanon Selatan, Lima Anggota Satu Keluarga Tewas