Enam nyawa melayang. Itulah kabar duka yang datang dari Irak bagian barat, menyusul jatuhnya sebuah pesawat militer Amerika Serikat pada Kamis lalu. Tidak ada yang selamat dari insiden tersebut; seluruh awak pesawat dikonfirmasi tewas.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), pesawat yang jatuh adalah KC-135, sebuah jenis pesawat pengisian bahan bakar di udara. Saat insiden terjadi, pesawat itu sedang mendukung Operation Epic Fury sebuah operasi militer gabungan AS dan Israel yang telah berjalan sejak akhir Februari.
"Seluruh enam awak pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS yang jatuh di Irak bagian barat kini telah dikonfirmasi meninggal dunia,"
Demikian pernyataan resmi CENTCOM yang dikutip oleh Anadolu Agency, Sabtu (14/3/2026). Nama-nama keenam personel militer itu masih ditahan sementara, setidaknya hingga 24 jam setelah keluarga mereka mendapatkan kabar resmi. Langkah standar, tapi tetap saja terasa berat.
Lalu, apa penyebabnya? Nah, di sinilah banyak spekulasi bermunculan. Washington dengan tegas membantah bahwa pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran, atau menjadi korban tembakan dari sekutu sendiri. CENTCOM sendiri masih menyelidiki secara mendalam.
"Situasi seputar insiden tersebut sedang diselidiki. Namun, jatuhnya pesawat tersebut bukan karena tembakan musuh atau friendly fire,"
Pernyataan itu jelas ingin meredam narasi-narasi yang langsung melompat pada kesimpulan tertentu. Sebelumnya, mereka menyebut insiden terjadi di wilayah udara Irak yang mereka sebut sebagai "wilayah udara sekutu".
Jadi, untuk sekarang, yang pasti hanyalah duka. Enam awak tewas, sebuah misi berakhir tragis, dan sebuah investigasi yang masih harus menyingkap teka-teki di balik jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar itu.
Artikel Terkait
Carrick Puji Performa Casemiro yang Justru Moncer di Musim Terakhirnya Bersama Manchester United
Kemendikdasmen Ubah Sistem Pencairan Tunjangan Profesi Guru dari Triwulanan Menjadi Bulanan
Pertemuan Purnawirawan TNI Dinilai Jadi Kanal Informal Jaga Stabilitas Politik, Absennya SBY dan Luhut Tuai Sorotan
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Komandan Hamas dan Bocah 9 Tahun