Enam nyawa melayang. Itulah kabar duka yang datang dari Irak bagian barat, menyusul jatuhnya sebuah pesawat militer Amerika Serikat pada Kamis lalu. Tidak ada yang selamat dari insiden tersebut; seluruh awak pesawat dikonfirmasi tewas.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), pesawat yang jatuh adalah KC-135, sebuah jenis pesawat pengisian bahan bakar di udara. Saat insiden terjadi, pesawat itu sedang mendukung Operation Epic Fury sebuah operasi militer gabungan AS dan Israel yang telah berjalan sejak akhir Februari.
Demikian pernyataan resmi CENTCOM yang dikutip oleh Anadolu Agency, Sabtu (14/3/2026). Nama-nama keenam personel militer itu masih ditahan sementara, setidaknya hingga 24 jam setelah keluarga mereka mendapatkan kabar resmi. Langkah standar, tapi tetap saja terasa berat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo dan Sejumlah Menteri Tunaikan Zakat di BAZNAS Sebelum Sidang Kabinet
Petugas Pantau Ketat Kepulangan 24.000 Jemaah Umrah Indonesia dari Arab Saudi
Sidang Isbat 19 Maret Tentukan Kepastian Lebaran 2026
Kokain 25 Kilogram Terdampar di Pantai Selayar, Diduga Selundupan dari Kolombia