Polisi Gagalkan Persiapan Tawuran Sarung di Bogor, Sita Satu Motor

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:35 WIB
Polisi Gagalkan Persiapan Tawuran Sarung di Bogor, Sita Satu Motor

Suasana malam di Desa Baru Tulis, Kabupaten Bogor, nyaris saja ricuh. Polisi berhasil menggagalkan aksi sekelompok pemuda yang diduga hendak tawuran sarung. Aparat bergerak cepat setelah mendapat telepon dari warga yang resah melihat kerumunan remaja di wilayah itu.

Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, membenarkan hal itu. Laporannya masuk lewat layanan darurat.

"Informasi awal kami terima dari SPKT Polres Bogor, yang dapat dari pengaduan warga. Ada sekelompok remaja yang dicurigai mau tawuran sarung di sini," jelas Ucup, Sabtu (14/3/2026).

Tanpa buang waktu, petugas langsung menuju lokasi. Tujuannya jelas: mencegah hal-hal yang bisa mengganggu ketertiban. Namun begitu, mereka tak langsung terjun. Koordinasi dengan perangkat desa dilakukan lebih dulu.

"Kami berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Ketua RT setempat. Ini untuk memastikan kondisi dan dapat informasi tambahan dari masyarakat," ucapnya.

Dan benar dugaan warga. Sampai di lokasi, polisi menemukan segerombol remaja yang tampaknya sedang bersiap. Langkah tegas pun diambil.

"Kami lakukan tindakan cepat, membubarkan mereka. Ini demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," tegas Kapolsek.

Para pemuda itu langsung bercerai berai, kabur menghilang di kegelapan. Tapi, satu barang bukti tertinggal. Petugas menyita satu unit sepeda motor Honda Vario hitam tanpa pelat nomor yang diduga milik salah satu dari mereka.

"Satu unit motor kami amankan. Diduga kuat itu milik remaja yang terlibat," katanya.

Motor itu sekarang diamankan di Mapolsek Nanggung untuk ditelusuri lebih lanjut. Kejadian ini jadi peringatan. Polisi tak bosan-bosan mengingatkan peran orang tua.

"Partisipasi masyarakat kunci utama. Kami imbau para orang tua, awasi anak-anaknya, terutama malam hari. Dengan begitu, potensi tawuran bisa kita cegah dari awal," pungkas Ucup Supriatna.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar