BP BUMN Dukung Transformasi Peruri, Tata Kelola Jadi Fondasi Utama

- Rabu, 10 Desember 2025 | 16:15 WIB
BP BUMN Dukung Transformasi Peruri, Tata Kelola Jadi Fondasi Utama

Transformasi besar-besaran di Peruri mendapat angin segar. Kali ini, dukungan itu datang dari Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Mereka melihat langkah ini sebagai sesuatu yang strategis, terutama untuk menghadapi tantangan bisnis global yang makin kompleks dan menyongsong target perusahaan ke depan.

Dukungan itu disampaikan dalam sebuah Executive Briefing belum lama ini. Tema acaranya sendiri cukup berat: Strengthening Governance Through Effective Internal Control to Enhance Business Resilience. Tapi intinya sederhana: bagaimana memperkuat ketahanan bisnis lewat tata kelola yang solid.

Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, yang hadir dalam kesempatan itu menjelaskan maksudnya. Menurutnya, acara ini dirancang sebagai forum untuk menyamakan persepsi dan menguatkan komitmen para pimpinan puncak perusahaan.

“Melalui format talkshow interaktif, acara ini bertujuan mendorong diskusi yang bermuara pada keputusan strategis guna menciptakan ketahanan perusahaan yang berkelanjutan,” kata Tedi, Rabu (10/12/2025).

Tedi tak cuma bicara dukungan. Dia juga menyoroti posisi unik Peruri. Di tengah gempuran era digital, perusahaan ini dianggap punya modal kuat dari pemerintah.

“Peruri memiliki privilege dari pemerintah untuk berada di bisnis masa depan, yaitu digitalisasi. Hal ini adalah peluang besar yang tidak boleh disia-siakan,” tegasnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, justru menekankan soal urgensi. Baginya, transformasi ini bukan lagi wacana, tapi sesuatu yang harus segera digeber.

“Agenda ini sangat penting untuk mempersiapkan transformasi Peruri secara besar-besaran, terutama terkait mandat baru yang diberikan pemerintah. Seluruh pimpinan grup diharapkan dapat menyongsong target RKAP 2026 dengan fondasi tata kelola yang kuat,” ujar Dwina.

Nah, kalau bicara fondasi tata kelola, Dewan Pengawas Peruri, Marlison Hakim, punya pandangan menarik. Baginya, tata kelola bukan sekadar dokumen atau formalitas belaka. Itu adalah proses pertumbuhan.

“Saya mengajak keseluruhan jajaran bahwa acara ini jangan dianggap sebagai formalitas semata, tetapi menjadi kontemplasi untuk masa depan Peruri, melalui penguatan internal dan budaya SDM,” papar Marlison.

Jadi, lewat briefing eksekutif ini, pesannya jelas. Peruri sedang berusaha memperkuat komitmennya pada Good Corporate Governance. Mereka ingin itu jadi landasan kokoh untuk transformasi bisnis dan digital yang akan dijalani. Tujuannya tentu saja, agar kontribusi mereka untuk bangsa bisa lebih maksimal lagi.

Nur Ichsan Yuniarto

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler