Setelah sempat melesat ke rekor tertinggi baru, harga emas spot akhirnya berbalik melemah. Sentimen pasar berubah setelah sikap Presiden AS Donald Trump terkait Greenland mulai melunak.
Pada Rabu (21/1) sore waktu AS, harga emas spot tercatat di level USD 4.778,51 per ons. Angka itu turun dari puncaknya yang sempat menembus USD 4.887,82. Namun begitu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari justru ditutup menguat 1,5 persen, berada di posisi USD 4.837,50 per ons.
Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, punya penjelasan. Menurutnya, pengumuman Trump soal tarif Eropa telah mendorong pasar saham naik.
"Itu menghapus sebagian besar penguatan dan memberi tekanan pada logam mulia," ujarnya.
Perubahan sikap Trump ini datang setelah ia mengklaim telah mencapai garis besar kesepakatan dengan NATO soal masa depan Greenland. Ia juga menarik ancaman tarif terhadap negara-negara pendukung Denmark dalam isu tersebut.
Tak cuma emas, logam mulia lain juga ikut tertekan. Harga perak spot anjlok 3,6 persen ke USD 91,17 per ons. Padahal sehari sebelumnya, Selasa (20/1), perak baru saja mencetak rekor di level USD 95,87.
Artikel Terkait
Alfamart Habiskan Rp812 Miliar untuk Buyback Saham Guna Stabilkan Harga
Matahari Department Store Gelar RUPS Ganda di Tengah Penurunan Laba 2025
PGN Alokasikan Rp6 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Gas pada 2026
Konflik Timur Tengah Picu Anjloknya Wall Street dan Lonjakan Harga Minyak