Emas Tergelincir dari Rekor Tertinggi Usai Sikap Trump Melunak

- Kamis, 22 Januari 2026 | 07:54 WIB
Emas Tergelincir dari Rekor Tertinggi Usai Sikap Trump Melunak

Setelah sempat melesat ke rekor tertinggi baru, harga emas spot akhirnya berbalik melemah. Sentimen pasar berubah setelah sikap Presiden AS Donald Trump terkait Greenland mulai melunak.

Pada Rabu (21/1) sore waktu AS, harga emas spot tercatat di level USD 4.778,51 per ons. Angka itu turun dari puncaknya yang sempat menembus USD 4.887,82. Namun begitu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari justru ditutup menguat 1,5 persen, berada di posisi USD 4.837,50 per ons.

Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, punya penjelasan. Menurutnya, pengumuman Trump soal tarif Eropa telah mendorong pasar saham naik.

"Itu menghapus sebagian besar penguatan dan memberi tekanan pada logam mulia," ujarnya.

Perubahan sikap Trump ini datang setelah ia mengklaim telah mencapai garis besar kesepakatan dengan NATO soal masa depan Greenland. Ia juga menarik ancaman tarif terhadap negara-negara pendukung Denmark dalam isu tersebut.

Tak cuma emas, logam mulia lain juga ikut tertekan. Harga perak spot anjlok 3,6 persen ke USD 91,17 per ons. Padahal sehari sebelumnya, Selasa (20/1), perak baru saja mencetak rekor di level USD 95,87.

Soni Kumari, Analis Komoditas di ANZ, melihat peluang perak masih bisa menuju level tiga digit. Tapi jalannya tak akan mulus.

"Mengingat momentum saat ini, itu mungkin saja. Namun pergerakannya tidak akan satu arah. Koreksi harga bisa terjadi dan volatilitas berpotensi meningkat," jelas Kumari.

Di sisi lain, platina dan palladium ikut terseret. Platina spot turun tipis 0,1 persen ke USD 2.460,20 per ons, mundur dari rekor USD 2.543,99. Sementara palladium melemah lebih dalam, 2,1 persen, menjadi USD 1.825,85 per ons.

Pasar domestik AS sendiri sedang sibuk mencermati drama politik lain. Trump berupaya memecat Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook. Upaya itu, sayangnya, menghadapi sikap skeptis dari Mahkamah Agung, baik dari kubu konservatif maupun liberal.

Lalu bagaimana dengan suku bunga? Mayoritas ekonom memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang kuartal ini. Bahkan, kebijakan itu kemungkinan bertahan hingga masa jabatan Ketua Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar