Di sisi lain, Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, justru menekankan soal urgensi. Baginya, transformasi ini bukan lagi wacana, tapi sesuatu yang harus segera digeber.
Nah, kalau bicara fondasi tata kelola, Dewan Pengawas Peruri, Marlison Hakim, punya pandangan menarik. Baginya, tata kelola bukan sekadar dokumen atau formalitas belaka. Itu adalah proses pertumbuhan.
Jadi, lewat briefing eksekutif ini, pesannya jelas. Peruri sedang berusaha memperkuat komitmennya pada Good Corporate Governance. Mereka ingin itu jadi landasan kokoh untuk transformasi bisnis dan digital yang akan dijalani. Tujuannya tentu saja, agar kontribusi mereka untuk bangsa bisa lebih maksimal lagi.
Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan
Arus Mudik Lebaran 2026 Sudah Bergerak, Puncak Diprediksi 18 Maret
KPK Tetapkan Bupati Cilacap Tersangka Kasus Pemerasan Dana THR
JK Minta Polisi Usut Tuntas Teror Air Keras ke Aktivis KontraS