Di sisi lain, Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, justru menekankan soal urgensi. Baginya, transformasi ini bukan lagi wacana, tapi sesuatu yang harus segera digeber.
Nah, kalau bicara fondasi tata kelola, Dewan Pengawas Peruri, Marlison Hakim, punya pandangan menarik. Baginya, tata kelola bukan sekadar dokumen atau formalitas belaka. Itu adalah proses pertumbuhan.
Jadi, lewat briefing eksekutif ini, pesannya jelas. Peruri sedang berusaha memperkuat komitmennya pada Good Corporate Governance. Mereka ingin itu jadi landasan kokoh untuk transformasi bisnis dan digital yang akan dijalani. Tujuannya tentu saja, agar kontribusi mereka untuk bangsa bisa lebih maksimal lagi.
Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
Emas Antam Tembus Rekor, Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
OJK Salurkan Restrukturisasi Kredit Rp12,58 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera
Ayah Lula Lahfah Gelap Soal Proses Hukum Kematian Putrinya
Lepas Gelar Debut Global Mobil Listrik Terbarunya di IIMS 2026