Bank Pembangunan Asia (ADB) resmi menggelontorkan pinjaman baru untuk Indonesia. Nilainya tak main-main: setengah miliar dolar AS, atau kalau dirupiahkan sekitar Rp8 triliun. Dana segar ini ditujukan untuk mendorong reformasi pembangunan modal manusia di tanah air.
Ini bukan program pertama. Sebenarnya, ini adalah subprogram ketiga dari sebuah program besar bertajuk "Boosting Productivity through Human Capital Development". Dua tahap sebelumnya sudah lebih dulu disetujui, masing-masing di tahun 2021 dan 2023 lalu.
Menurut sejumlah pihak di ADB, langkah ini penting bagi masa depan Indonesia.
"Jalan Indonesia menuju pertumbuhan berkelanjutan bergantung atas investasi pada penduduknya," ucap Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, Rabu lalu.
"Dengan melembagakan reformasi yang meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses perawatan kesehatan, dan memperkuat perlindungan sosial, kami membantu Indonesia membangun perekonomian yang lebih produktif dan inklusif tanpa ada rakyat yang tertinggal," jelasnya lebih lanjut.
Artikel Terkait
Rp74 Triliun untuk Bangkitkan Sumatera: Build Back Better Pasca-Bencana
Prabowo Pimpin Rapat, Godok 10 Kampus Baru Hasil Kolaborasi Indonesia-Inggris
Emas Antam Tembus Rekor, Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
OJK Salurkan Restrukturisasi Kredit Rp12,58 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera