Pembersihan ini bukan cuma mengandalkan tenaga TNI. Dukungan datang dari berbagai elemen, termasuk dunia pendidikan kesehatan. Mahasiswa Poltekkes Medan, misalnya, dikerahkan khusus untuk menangani ruang operasi. Tugas mereka krusial: memastikan sterilitas ruangan terjaga sempurna sebelum digunakan untuk tindakan medis lagi.
Di sisi lain, kesiapan alat-alat kesehatan juga jadi perhatian utama. Tim ahli dari BPFK Medan turun langsung, mengecek peralatan satu per satu. Tujuannya jelas: memastikan alat yang kena banjir masih bisa dipakai dengan aman, atau kalau tidak, segera diidentifikasi untuk diperbaiki bahkan diganti.
Bersamaan dengan itu, tim medis dan teknis dari RSUP H Adam Malik Medan sudah berada di lokasi. Fokus mereka sekarang adalah mempersiapkan pembukaan kembali IGD dalam waktu dekat.
tambah Kemenkes.
Jadi, dari kondisi porak-poranda penuh lumpur, RSUD Aceh Tamiang kini bangkit. Prosesnya mungkin masih panjang, tapi langkah pertama membersihkan dan memfungsikan ruang-ruang vital telah berhasil dilalui. Semua berkat gotong royong yang tak kenal lelah.
Artikel Terkait
OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Isi Posisi Kosong Dewan Komisioner
Kemenpora Apresiasi Forum Pelajar SDGs, Gen Z Didorong Jadi Penggerak Lingkungan
Dari Lintasan Balap ke Lapangan Hijau: Nadia, Bocah 12 Tahun yang Jadi Mesin Gol
Eńau dan Ari Lesmana Rangkul Duka dalam Sesi Potret