Pembersihan ini bukan cuma mengandalkan tenaga TNI. Dukungan datang dari berbagai elemen, termasuk dunia pendidikan kesehatan. Mahasiswa Poltekkes Medan, misalnya, dikerahkan khusus untuk menangani ruang operasi. Tugas mereka krusial: memastikan sterilitas ruangan terjaga sempurna sebelum digunakan untuk tindakan medis lagi.
Di sisi lain, kesiapan alat-alat kesehatan juga jadi perhatian utama. Tim ahli dari BPFK Medan turun langsung, mengecek peralatan satu per satu. Tujuannya jelas: memastikan alat yang kena banjir masih bisa dipakai dengan aman, atau kalau tidak, segera diidentifikasi untuk diperbaiki bahkan diganti.
Bersamaan dengan itu, tim medis dan teknis dari RSUP H Adam Malik Medan sudah berada di lokasi. Fokus mereka sekarang adalah mempersiapkan pembukaan kembali IGD dalam waktu dekat.
tambah Kemenkes.
Jadi, dari kondisi porak-poranda penuh lumpur, RSUD Aceh Tamiang kini bangkit. Prosesnya mungkin masih panjang, tapi langkah pertama membersihkan dan memfungsikan ruang-ruang vital telah berhasil dilalui. Semua berkat gotong royong yang tak kenal lelah.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran Diproyeksi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026
Macet Parah H+1 Lebaran, Antrean 22 Kilometer Membelit Tasikmalaya-Garut
Arus Balik Lebaran: Ratusan Mobil Berplat B Antre di Pelabuhan Bakauheni
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Sistem Satu Arah Diberlakukan