PORT NOVO Sebuah upaya kudeta yang digerakkan oleh segelintir perwira militer di Benin berakhir gagal total. Peristiwa yang terjadi Minggu (7/12/2025) itu berhasil dipadamkan oleh pasukan loyalis yang masih setia pada Presiden Patrice Talon.
Menteri Dalam Negeri, Alassane Seidou, dengan tegas menyatakan militer tetap berdiri di belakang pemerintah yang sah. "Sekelompok kecil tentara melancarkan pemberontakan dengan tujuan mengacaukan negara dan institusi-institusinya," ujarnya.
Dia menegaskan, Angkatan Bersenjata Benin dan para pimpinannya masih memegang kendali penuh atas situasi.
Menurut informasi yang beredar, aksi itu bermula ketika delapan perwira, dipimpin Letnan Kolonel Pascal Tigri, tiba-tiba muncul di siaran televisi pemerintah. Dengan penuh keyakinan, mereka mengumumkan telah menggulingkan Presiden Talon yang berkuasa sejak 2016 membubarkan lembaga negara, menutup perbatasan, dan membekukan seluruh partai politik. Siaran itu mengejutkan banyak pihak.
Namun begitu, kenyataannya tak semudah yang mereka klaim.
Artikel Terkait
Menkeu Bocorkan Waktu Pelantikan Wamenkeu Baru: Saya Dengar Februari
Kuda Lumping Merah Putih Jadi Ikon Resmi Imlek Festival 2026
Ahli AI Bela Roy Suryo: Penelitian Ijazah Jokowi Sudah Mature, Bukan untuk Dikriminalisasi
Anggota DPR Desak Pemerintah Siagakan Diri Hadapi Ancaman Virus Nipah