"Pertama melalui jalur laut menggunakan skid tank dan pengiriman tabung isi dari Teluk Kabung, Sumatera Barat, ke Nias, Sibolga, dan Tapanuli Tengah,"
tuturnya.
"Kedua melalui jalur darat, lewat Pakpak Bharat ke Tapteng Sibolga."
Langkah-langkah darurat ini diharapkan bisa meringankan beban warga. Khususnya mereka yang terjebak di daerah terisolir di Sumut dan Aceh. Meski begitu, situasi di lapangan tetap rumit.
Pemerintah sendiri memastikan stok BBM dan LPG di daerah terdampak sebenarnya masih aman. Masalah utamanya cuma satu: distribusi. Jalan-jalan yang hancur dan akses yang putus masih menjadi kendala terbesar yang harus dihadapi setiap hari.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026