Vladimir Putin tampaknya tak ragu. Menjelang kunjungannya ke New Delhi, Presiden Rusia itu menyatakan keyakinannya bahwa India akan terus membeli minyak dari negaranya. Tekanan dari Amerika Serikat, menurutnya, takkan banyak mengubah sikap Narendra Modi.
"Dia bukanlah orang yang mudah menyerah pada tekanan," ujar Putin.
Pernyataan itu dilontarkannya sembari memuji keteguhan India di panggung global. Putin melihat negara itu bangga dengan kepemimpinan Modi, sebuah sikap yang menurutnya telah disaksikan oleh dunia.
Di sisi lain, tekanan dari Washington memang nyata. AS telah mengenakan tarif cukup tinggi, mencapai 50 persen, untuk impor dari India. Langkah ini tak lepas dari pembelian minyak Rusia oleh New Delhi yang terus berlanjut di tengah konflik Ukraina.
Faktanya, Rusia masih menjadi pemasok minyak terbesar bagi India. Meski begitu, volumenya sempat menurun pasca serangkaian sanksi AS yang menyasar perusahaan-perusahaan Rusia.
Tapi Putin meremehkan penurunan itu. "Mungkin hanya untuk periode singkat," katanya, optimis bahwa angka itu akan kembali merangkak naik.
Kunjungannya pada 4-5 Desember ini menjadi yang pertama sejak 2021. Pertemuan langsung dengan Modi nanti, di tengah desakan Barat, dipastikan akan menarik perhatian banyak pihak. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Badan Gizi Nasional Tegaskan 19.000 Sapi Hanya Hitungan Teoritis untuk Program Makan Bergizi
BI Genjot Kredit Sektor Prioritas, Realisasi KLM Tembus Rp427,9 Triliun
Prabowo dan Albanese Perkuat Kerja Sama, Ekspor 250.000 Ton Urea ke Australia Disepakati
BI Catat Penurunan Suku Bunga Kredit dan Deposito, Upaya Dorong Pertumbuhan Kredit Berlanjut