Banjir di Jakarta Barat Surut, 16 RT Masih Tergenang

- Senin, 09 Maret 2026 | 06:45 WIB
Banjir di Jakarta Barat Surut, 16 RT Masih Tergenang

Hingga Senin pagi, genangan air masih menyisakan jejaknya di Ibu Kota. Menurut data terbaru dari BPBD DKI Jakarta, tercatat 16 RT dan dua ruas jalan masih terendam banjir. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari setengah meter hingga hampir satu meter.

Namun begitu, situasi sudah jauh membaik. "Saat ini banjir sudah berangsur surut," jelas Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, pada Senin.

Memang, kondisi puncak terjadi sehari sebelumnya. Di Minggu siang, Jakarta sempat digenangi air di 148 RT dan 20 ruas jalan, tersebar di wilayah Selatan, Barat, dan Timur. Angka itu perlahan turun, hingga tersisa 16 RT yang masih terendam pada pukul enam pagi tadi.

Semua titik yang masih tergenang itu berada di Jakarta Barat. Ketinggian airnya berkisar antara 30 hingga 90 sentimeter.

Lantas, apa penyebabnya? Yohan menyebutkan dua hal. "Penyebab banjir yaitu hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu dan Minggu, serta meluapnya sejumlah sungai di daerah tersebut," ujarnya.

Rincian wilayah terdampak di Jakarta Barat cukup jelas. Di Kelurahan Duri Kosambi, empat RT tergenang 30-80 cm. Rawa Buaya lebih parah, tujuh RT terendam 60-90 cm. Sementara itu, satu RT di Jelambar tergenang 30 cm, dua RT di Kembangan Selatan (50 cm), dan dua RT di Kembangan Utara (40-60 cm).

Untuk jalan, dua titik yang masih dilaporkan tergenang adalah Jalan Kapuk Muara Raya di Kelurahan Kapuk Muara dan area Lampu Merah Luar Kembangan Raya di Kembangan Selatan.

Di sisi lain, upaya penanganan terus berjalan. Personel BPBD dikerahkan untuk memantau kondisi lapangan. Mereka berkoordinasi dengan Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat untuk melakukan penyedotan dan memastikan saluran air berfungsi optimal.

BPBD juga tak henti-hentinya mengingatkan warga. Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi genangan air. Jika keadaan darurat, jangan ragu untuk menghubungi nomor 112. Layanan itu gratis dan tersedia 24 jam nonstop.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar