Di sisi lain, pemerintah melalui Kemenkes punya apresiasi tersendiri. Dita Novianti menyebut kolaborasi seperti ini krusial.
"Pembangunan fasilitas MiLab adalah contoh konkret bagaimana kerja sama pemerintah dan swasta bisa menempatkan Indonesia sebagai pemain yang kompetitif," ungkap Dita. "Baik dalam rantai pasok kesehatan regional maupun global."
Perluasan ini juga diiringi komitmen terhadap standar global dan keberlanjutan. Milab sendiri sudah menyabet sejumlah sertifikasi bergengsi, seperti ISO 14001 dan ISO 50001. Mereka bahkan dapat penghargaan Gold Flag untuk sistem manajemen K3-nya. Cukup impressive.
Sebagai gambaran, Menarini Group sendiri adalah raksasa biofarmasi asal Italia yang usianya sudah 140 tahun. Di kawasan Asia-Pasifik, mereka melayani 13 pasar kesehatan utama. Sementara Milab, yang berdiri sejak 2011, adalah hasil joint venture dengan PT Indria.
Bertempat di Cikarang, Jawa Barat, pabrik ini memproduksi berbagai bentuk sediaan farmasi. Mulai dari padat, semi-padat, cair, sampai alat kesehatan. Dengan perluasan ini, operasi mereka dipastikan akan makin luas dan efisien.
Semuanya mengarah pada satu hal: Indonesia kian diperhitungkan dalam peta industri farmasi dunia. Dan Menarini, lewat Milab, tampaknya sedang memainkan peran yang cukup sentral.
Artikel Terkait
PM Hun Manet Targetkan Pemberantasan Pusat Penipuan Daring di Kamboja Tuntas April 2026
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Hari Ini
BGN Minta Kepala Daerah Turun Langsung Awasi Dapur dan Menu Makanan Bergizi Gratis
DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Ancaman Penutupan Selat Hormuz