Presiden Prabowo Perintahkan Tambahan Anggaran untuk Penanganan Bencana Sumatera

- Rabu, 03 Desember 2025 | 22:55 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan Tambahan Anggaran untuk Penanganan Bencana Sumatera

Di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (3/12) lalu, suasana terasa cukup sibuk. Di sela kesibukan itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyempatkan diri berbicara. Intinya, pemerintah pusat tak main-main dalam menangani bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semua upaya digenjot, dan dukungan diberikan sepenuhnya.

“Yang paling penting adalah penanganannya,” tegas Prasetyo.

Menurutnya, sejak awal musibah terjadi, seluruh sumber daya nasional sudah dikerahkan. Fokusnya jelas: kecepatan dan efektivitas di lapangan. Tidak ada waktu untuk berlama-lama.

Di sisi lain, komando langsung datang dari Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo menyebut, presiden telah memerintahkan pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan back-up total. Tidak tanggung-tanggung, termasuk soal anggaran.

“Pak Presiden langsung berikan instruksi kepada kami memback-up sepenuhnya proses penanganan bencana yang menimpa saudara-saudara kita,” kata dia.

Artinya apa? Jika dana yang ada ternyata kurang, maka akan ada tambahan. Presiden sudah memberi lampu hijau. Instruksi ini bukan sekadar wacana, melainkan berlaku untuk kementerian dan lembaga terkait yang jadi ujung tombak penanganan.

“Bapak Presiden sudah memberikan instruksi secara langsung apabila ada perlu dilakukan penambahkan, maka akan dilakukan penambahan. Dan ini juga termasuk berlaku kepada beberapa kementerian/lembaga terkait. Misalnya TNI, kepolisian,” jelas Prasetyo lebih lanjut.

Selain soal pendanaan, koordinasi antar instansi juga dipastikan berjalan. Hal-hal mendesak seperti distribusi logistik dan kebutuhan dasar korban menjadi prioritas yang tak boleh macet. Upaya di lapangan harus masif, dan itulah yang sedang dijalankan sekarang.

Nada yang terdengar jelas: pemerintah ingin semua berjalan cepat, terkoordinasi, dan tanpa kendala berarti. Momentum penanganan bencana ini dianggap krusial, dan semuanya harus bergerak serentak.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar