Sebelum tanggal 2 Desember itu, situasinya memang cukup pelik. Jalur darat terputus sama sekali, memaksa penyaluran bantuan hanya mengandalkan udara dan laut. Kondisi itu jelas mempersulit upaya bantuan untuk menjangkau 12 kecamatan dan sekitar 216 desa yang terdampak.
Memang belum semua masalah beres. Tapi dengan dibukanya kembali akses lewat darat, setidaknya dalam dua hari terakhir ini harapan untuk memaksimalkan distribusi logistik jadi lebih besar. Pemerintah pun optimistis penyaluran bisa lebih lancar.
Di sisi lain, Teddy tak lupa menyampaikan apresiasi. “Terima kasih buat semua elemen, mulai dari kementerian, pemerintah provinsi, organisasi kemanusiaan, sampai para pihak swasta yang bahu-membahu menyalurkan bantuan,” ucapnya.
Pulihnya jalur darat ini tentu jadi angin segar. Setelah berhari-hari bergantung pada transportasi udara dan laut yang terbatas, akhirnya bantuan lewat darat bisa kembali mengalir deras.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Instruksikan Satpol PP dan Polisi Tindak Tegas Pelanggar Lalu Lintas
Korlantas Siapkan 10 Ruas Tol Baru untuk Antisipasi Kemacetan Mudik 2026
Polri Serahkan Rp58,18 Miliar Hasil Eksekusi Aset Judi Online ke Kas Negara
Kemenhub Buka Pendaftaran Gratis Angkutan Motor Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026